Fa's Journal: Super Fabulous Women - 18
Saya galau. Sandra galau. Mita galau. Venna pun yang saya

pikir tough woman, semua juga ikutan galau.

Kami semua galau dengan tema yang sama: Belum Menikah pada

usia late 20s and 30s.

Meskipun menyandang predikat in relationship tetap ada hal

yang membuat kegalauan merasuki jiwa: KETIDAKPASTIAN.

Ya, kami adalah wanita. Dan wanita sangat butuh yang namanya

kepastian. Khususnya bagi saya dan teman-teman wanita saya,

kepastian adalah sacred, solid, dan harus sesuai rencana.

Kepastian akan hubungan, akan rencana-rencana jangka panjang, akan pernikahan, akan konsep kehidupan. Kepastian yang hakiki.

Dan kegalauan itu, bagi saya dan hampir sebagian besar sahabat, selalu berawal dengan ketidakpastian relationship Mau dibawa ke mana hubungan ini Entah partner kami yang masih ingin having fun saja, belum siap mental, masih mengejar karier, atau mungkin pihak keluarganya yang tidak merestui.

Bagi kami para wanita, kami hanya ingin jawaban. Are you serious with our relationship If so, please let us know when will you pop up the sacred question And set the date!

We dont care if you men want it for the next 10 years. We are women absolutely waiting for you because we do love you so much.

Sebenernya wanita sangat simple. Cukup beri jawaban dan kejelasan. Menunggu OK asal jelas. Tidak masalah menunggu asal ada kejelasan.

Selebihnya, wanita akan lebih detail terorganisir mempersiapkan segala sesuatunya, dan menawarkan konsep-konsep ideal berumah tangga.

You, men, just sit down and relax and keep supporting your lady in a healthy relationship.

RESPECT AND BALANCE.

Jangan main-main dengan cinta kami karena semua berlandaskan ketulusan. Dan kami sangat serius akan hal ini.

Saya dan teman-teman wanita saya JUJUR dan BERANI mengakui kegalauan kami. Kami adalah wanita. Kami mempunyai perasaan.

MENGAPA TERLENA

Tidak hanya galau menanti saat kapan dilamar tapi juga social pressure yang kerap membuat jengkel.

Banyak orang mengejek saya dan juga teman-teman wanita saya dengan statement Kamu gak takut nanti anak masih balita sementara kamu sudah tua. Tidak jarang pernyataan itu keluar dari mulut seorang yang terpelajar.

Not only that, ibu-ibu rumah tangga, office boy, satpam, sampai jajaran direksi pun dengan lugunya, yang sebenarnya dengan sengaja, ber-statement.

Lalu apa bedanya dengan saya atau pasangan yang meninggal terlebih dulu di saat anak masih kecil Atau sebaliknya. Anak kami meninggal terlebih dahulu sebelum dewasa.

Atau bahkan sudah menikah (muda atau tua) tapi belum juga dikaruniai anak. Apakah mereka yang dengan entengnya mengeluarkan pernyataan itu pernah berpikir bahwa dirinya bisa mengontrol kapan meninggal

Please, be aware! Semua kuasa ada pada Tuhan. Just because I have not married yet, so God delays my pass away time. Or, just because I have not married yet, so I could not have fun.

Oh oh .... BIG NO!

Yang ada adalah: TUHAN memberikan waktu yang terbaik untuk ciptaan-Nya.

Jika memang saya pada usia menjelang 30 belum digariskan jodoh oleh Tuhan, apa saya kemudian just PICK any man from the street and marry him.

Hohoho ... thats just a foolish action. Out of respect.

Wanita harus punya prinsip. Hargai diri sendiri dengan sangat terpuji.

Jika wanita bisa menghargai dirinya sendiri, maka tidak menutup kemungkinan orang lain juga menghargai dengan sangat baik.

Take these things as simple examples. Jaga kesehatan dan kebugaran dengan makan makanan bergizi. Jaga berat tubuh untuk selalu ideal sesuai tinggi badan dengan berolahraga.

So simple.

Not because you already have a good job and you can eat whatever you want, until you gain excessive weight.

Gorengan .... Fast food delivery saat-saat lembur ... enak memang. Its ok once a week, but not every day.

Kadang saya sedih melihat para profesional muda di Jakarta mengalami tanda-tanda obesitas.

Alasannya Ah, gue kan udah punya suami. So what Siapa yang bertanggung jawab jika pasangan berada pada titik jenuh dan mencari wanita-wanita muda yang lebih hot

Jujur, saya pernah mendengar keluhan langsung dari sahabat tentang istri yang sudah tidak menjaga kecantikannya lagi pada usia pernikahan ke-7. Berat badan berlebih dan nafsu makan yang tidak terkendali. Untungnya, sang Isteri mau menuruti nasihat suaminya dan mulai ikut kelas fitness di dekat rumahnya.

Well, pandangan sinisme saya ini memang buah dari KEGALAUAN yang sudah bertumpuk-tumpuk dan siap meledak. Tidak berlaku untuk semua orang. Karena apa yang saya lihat, saya interpretasikan, itulah yang saya tulis.

Niat di balik ini semua, saya ingin merasa lebih baik dan bangkit dari KEGALAUAN ini. Saya harap teman-teman wanita juga.

Semangat untuk terus menjaga dan menghargai

Semangat untuk selalu positif dan cantik (inner and outer).

Dan bagi yang sudah menikah, please respect yourself. Look after yourself. Wearing nice clothes. Put on make up.

Be as beautiful as you are. At home, every where. Bersyukurlah, karena sebenarnya saya dan kami iri kepada kalian yang

sudah menemukan jodoh.

Walau demikian, kami, wanita, terus optimis dan melakukan yang terbaik sesuai dengan

peran kami masing-masing (ini curahan hati saya

dan temen-temen hasil cafe to cafe chat time).

Saya pribadi, berjanji untuk selalu menghargai diri saya, menghargai suami saya kelak, dan kehidupan

pernikahan kami. Karena saya sadar, menghargai

adalah bentuk rasa syukur yang muncul karena adanya

kegalauan saat ini.

Saya juga berjanji untuk saling memahami, berbagi, dan