sampai tiba waktu bertemu, dan daun-daun yang baru mulai bertumbuh setelah seabad kemarau itu mengutukiku sebagai lelaki yang gagal mengubah batu
menjadi emas
seorang alkemis tua bernama khidir yang menghilang dalam keabadian
telah meninggalkanku pesan
satu rintik gerimis paling pahit sore itu
akan menjadi sebuah bola dunia baru
tak ada yang tahu, bayanganku pun kusekap dalam rumah tua tak berjendela itu dan aku mencari bayang-bayang lain
milik seorang perempuan yang bibirnya merah
memandangnya, gerimis akan turun lebih sedikit
dan setiap orang mulai mengekalkan rasa sakit
aku masih akan sisakan gerimis ini, untukmu
sampai tiba waktu bersua, dan daun-daun yang mulai belajar menuliskan nama
tidak kunjung tahu bagaimana namamu dieja
sebagai kematian atau cinta