YANG TERUCAP YANG TERTULIS - 19
Labbaik allahumma labbaik.

Aku datang memenuhi panggilan-Mu, ya Allah.

Tulisan ini saya ketik di Bandara Jakarta sambil menunggu waktu boarding ke dalam pesawat Garuda yang akan mengantarkan saya ke Jeddah Saudi Arabia untuk melaksanakan umroh.

Dengan tujuan berbagi kebahagiaan dan memberi gambaran seperti apa suasana selama di Tanah Suci, saya berkirim cerita, baik berwujud tulisan singkat maupun foto-foto.

Pagi, saya berangkat dari Solo dengan Garuda first flight yang sedianya berangkat jam 06.00. Namun, karena cuaca yang kurang bersahabat, jadwal terbangnya ditunda hingga 1 jam.

Penundaan yang tidak saya permasalahkan, karena merupakan ujian ketika pergi berumroh. Toh waktu boarding di Jakarta juga masih longgar, sekitar jam 11.00.

Ibadah Itu Gampang

Untuk umroh tahun ini, sebenarnya saya sudah mendaftarkan istri untuk berangkat, namun kira-kira sebulan sebelum keberangkatan, akhirnya saya batalkan, karena Duratu, anak ketiga saya, tidak bisa ditinggal. Berbeda dengan Wening dan Fathimah dulu yang ketika balita sudah bisa ditinggal, bahkan untuk haji yang memakan waktu selama 40 hari.

Walaupun ini bukan pertama kali saya ke Tanah Suci, tetap saja ada perasaan haru dan bahagia, sama seperti ketika pertama kali pergi. Kenapa Karena, pergi umroh atau pun haji adalah memenuhi panggilan atau undangan Allah.

59

Sebenarnya, Allah selalu memanggil semua hamba-Nya, namun tidak semua hamba-Nya mau dan mampu mendatangi undangan dengan berbagai alasan.

Itulah mengapa, seseorang yang pergi haji atau umroh disebut duyufurrahman, tamunya Allah. Ketika kita diundang seorang teman untuk menghadiri upacara pernikahan, misalnya, apa yang disiapkan oleh teman kita tadi Saya yakin, mereka telah menyiapkan yang terbaik, mulai dari tempat, acara, sampai ke hidangannya. Sebagai pengundang, pasti tidak ingin mengecewakan yang diundang.

Bagaimana dengan haji dan umroh Allah sebagai pengundang sudah barang tentu paling tahu bagaimana memuliakan tamunya. Dia Pemilik Langit dan Bumi. Hidangan Allah tidak hanya ketika di Tanah Suci atau di dunia. Jamuannya sudah disiapkan di Akhirat kelak.

Jadi sebenarnya, tidak ada alasan menunda-nunda untuk memenuhi undangan-Nya.

Jamuan di dunia, Dia akan mengganti setiap rupiah yang dikeluarkan untuk haji atau umroh. Dia akan tunjukkan bukti kebesaran-Nya ketika kita di Tanah Suci. Setiap orang yang pernah ke Tanah Suci

pasti mempunyai cerita dan kesan tersendiri. Segeralah datang, penuhi undangan-Nya.

Janganlah sampai kita diberi label hamba yang kurang bersyukur dan tidak patuh akan undangan-Nya. Wallahu alam.

03 Februari 2014

Setelah mengalami penundaan selama 45 menit, pukul 12.30, pesawat yang akan membawa saya ke Jeddah akhirnya berangkat.

Penerbangan panjang Jakarta-Jeddah memakan waktu sekitar 9,5 jam. Cuaca selama perjalanan sedikit berawan, sehingga beberapa kali mengalami turbulance.