Hello. Hi is that you Miss Jones
Oh yes mam, its me. How are Sorry to disturb you early in the morning today, kata Hasya dengan ramah kepada wanita cina mirip Pan-Asian itu yang mana dia menjangkakan kurang lebih sebaya dengan ibunya, Hasnah. Lemah lembut tutur katanya. Wajahnya meskipun dihiasi dengan rambut yang sedikit beruban, tubuh agak gempal namun tetap nampak manis dipandang mata. Regina bertanya akan perkembangan kes suaminya, Bahrain Nasution.
Well, Ive met him couple of times, mam. Ive studied his character and i can conclude by saying hes a decent man.
Hasya berharap agar jawapan itu mampu memberikan kepuasan buat Regina sekaligus memadamkan segala rasa sangsi yang tertanam di jiwanya selama ini kerana itulah yang sebenarnya dirasakan Hasya: Bahrain sesungguhnya seorang lelaki yang baik budi.
Jelas kelihatan di skrin, Regina tersenyum lebar sambil menekupkan jari-jemarinya ke mulut seperti tidak percaya akan apa yang didengarinya. My son, Rafael is coming down to KL next week for a business meeting. If you dont mind, Ill give him your number so that he can meet up with you to settle the payment, how about that I also have bought a present for you, Miss Jones...
Hasya sambil tersenyum menyambut mesra hasrat Regina itu, Oh you shouldnt have, mam but sure your son can have my number.. and dont worry too much about your husband, okay Ill keep spying on him and update you if theres any new development. Till then, no worry!
Regina mengangguk-anggukkan kepalanya, I will, Jones thank you so much.
Most welcome, mam. Good bye, itu saja yang mampu diucap Hasya sebagai penutup tirai perbualan buat wanita yang suaminya didambakan sepenuh jiwa itu.