MISA ARWAH & PUISI-PUISI LAINNYA - 2
sebab kecemasan itu tak pernah selesai

kini kutempatkan diri

di antara wajah pucat rumah duka

dan kaca-kaca jendelanya

yang memantulkan kegetiran tak bernama

kulihat orang-orang menyanyi dan berdoa bersama

cahaya memancar dari telapak tangan mereka

yang terbuka

tetapi langit telah menjadi sekeping logam,

terlalu keras dan menyilaukan

bagi segala yang berasal dari manusia

di sudut jauh, di bawah bayangan salib yang jenuh

seorang perempuan tua

menyeka sudut-sudut matanya yang basah

dan mensucikan kesedihan

sebagai miliknya sendiri

sebab kecemasan itu tak pernah selesai

begitu mudah sunyi menyelinap

lalu bekerja dalam diriku

sembari menunduk dalam-dalam

kuraba gelang pemberianmu. dan diam-diam

tubuhku gemetar, menahan sepenggal keharuan

yang mungkin tak akan pernah kita percakapkan.

/2011