KONTROVERSI PUASA SUNNAH HARI SABTU - 2
PERTAMA : ABDULLAH BIN BUSR

Memiliki banyak jalur :

Pertama :

Diriwayatkan Ibnu Majah (1726), Abd bin Humaid dalam Musnad-nya no

507, Nasa`iy dalam al-Kubra (55/m/1), Ibnu Syahin dalam Nasikh wa Mansukh (no. 398, cet. Al-Manar) dan Abu Nu`aim dalam al-Hilyah (V/218). Seluruhnya dari jalur Isa bin Yunus, dari Tsaur bin Yazid, dari Khalid, dari Abdullah, ia berkata :

Janganlah kalian berpuasa pada hari Sabtu kecuali puasa yang diwajibkan atas kalian, jika kalian tak mendapatkan apa-apa kecuali hanya kulit pohon anggur atau ranting pohon, maka kunyahlah

Diriwayatkan pula oleh Tamam ar-Razi dalam Fawaid-nya no 654 dari jalan Utbah bin Sakkan, dari Tsaur yang serupa

Aku (Syaikh Ali) berkata : Isa bin Yunus adalah Ibnu Abi Ishaq as-

Sabiiy, seorang yang tsiqot mamun. Adapun Utbah bin Sakkan, Daruquthni berkata tentangnya, Dia matruk. Berkata Baihaqi tentangnya, Lemah tertuduh memalsu hadits. Biografinya terdapat dalam al-Lisan (IV/128). Adapun rijal sanad lainnya tsiqoh dan sanadnya shahih. Keberadaan Utbah tidak menganggu kesahihannya karena riwayat Utbah hanyalah mutaabi (penyerta). Kedua :

Diriwayatkan Ahmad (IV/189) dan al-Khathib dalam Tarikh-nya (VI/24), dari jalur Ibrahim bin Ishaq ath-Thalqooniy, ia berkata : Mengabarkan kepada kami Walid bin Muslim, dari Yahya bin Hassan, ia berkata, aku mendengar Abdullah bin Busr al-Maaziniy berkata, Aku mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda : (sama seperti redaksi sebelumnya)

Rijal-rijalnya seluruhnya tsiqot, namun Walid bin Muslim telah melakukan Tadlis Taswiyah , ia tidak menyatakannya dengan tahdits (perkataan haddatsana) dari gurunya, namun beliau menegaskannya pada

(tabaqat/tingkatan) gurunya guru beliau.

Syaikh kami Albany telah mengisyaratkan hal ini dalam al-Irwa (IV/122) perkataan adl-Dliya al-Maqdisy dalam al-Ahadits al-Mukhtarah (191/1) yang berkata, Sanad hadits ini shahih. Barangkali pada riwayatnya, Walid menegaskan riwayatnya dengan tahdits. Wallahu alam.

Ketiga :

Diriwayatkan Ahmad (IV/189), Nasa`iy dalam al-Kubra sebagaimana tercantum dalam at-Tuhfah (IV/293), Ibnu Hibban dalam Shahih-nya (V/250ihsan), ad-Daulabi dalam al-Kuna (II/118), ath-Thabrani dari jalur al-Mizzi- dalam Tahdzibul Kamal (VI/43-Basyar), Ibnu Asakir dalam Tarikh-nya (9/no. 8), Abu Zurah ad-Dimasyqy dalam Tarikh-nya (no. 611) secara ringkas.

Keseluruhannya dari dua jalan, dari Hassan bin Nuh, ia berkata, aku mendengar Abdullah bin Busr berkata, apakah kau lihat kedua tanganku ini Aku telah membaiat Rasulullah dengan kedua tanganku ini, dan aku mendengar beliau bersabda (sama seperti redaksi sebelumnya). Aku (Syaikh Ali) berkata, Sanadnya hasan insya Allah. Dan Hassan, banyak perawi tsiqot meriwayatkan darinya. Al-Ijli, Ibnu Hibban dan Ibnu Hajar mentsiqotkannya. Adz-Dzahabi berkata, Shaduq.

Aku (Syaikh Ali) katakan : Hadits dari jalur Abdullah dishahihkan al-

Hakim, ia berkata, Shahih menurut syarat Bukhari.4 Ibnu Sakkan menshahihkannya sebagaimana tercantum dalam at-Talkhishu Habir (II/216) karya Ibnu Hajar.