UNTUK MATAMU - 2
Selalu Ada

Mengetahui keberadaaanmu

di keberadaanku,

membuatku tak ingin ke mana-mana, ke siapa-siapa.

Selain selalu dekat

dan ada, untukmu.

(k.p)

Tetap Menang

Dicintaimu, selalu membuatku merasa

lebih beruntung,

dari mereka yang memiliki segalanya,

tetapi tidak memiliki kamu.

(k.p)

Langkahku

Jangan pernah berpikiran buruk, itu melelahkan diri sendiri, sayang.

Mengertilah, bila aku tak menyayangimu, aku takkan melangkah sejauh ini.

(k.p)

Di Pelukmu

Aku ingin berguling-guling

di atas roda hidup,

bertarung dengan takdir, bergelut lewat cobaan.

Lalu terbaring di pelukmu.

(k.p)

Pemberian Terbaik

Aku ingin setulus-tulusnya diterima, seyakin-yakinnya dipercaya.

Di tubuhmu, aku ingin kau menerimaku seutuhnya.

Karena untukku, menerimaku dengan baik, itu pemberianmu yang terbaik.

(k.p)

Untuk Hatimu

Aku mengerti, jauh dari matamu, membuat cemasmu berburuk sangka.

Namun tenanglah, untuk hatimu, hatiku kan selalu berhati-hati.

(k.p)

B e b a l

Sebesar-besarnya kekuatan takdir meremas aku.

Ingatlah selalu, bila aku ialah kecil yang selalu menolak, untuk melepasmu.

(k.p)

Hujan Milik Kita

Aku percaya, dalam suatu hujan,

ada payung, yang gagangnya rindu dipegang tanganku, dan atapnya rindu melindungi tubuhmu.

(k.p)

Dari Segala

Dari segala

kecemasan

yang ada,

aku menyadari aku hanyalah

manusia biasa,

yang paling ingin kamu tetap baik-baik saja.

(k.p)

Menyelamimu

Di debar debur tubuhmu yang laut, aku mengingatmu sebagai apa

yang kuselami, dari denyut ke denyut.

(k.p)

Ketiadaanmu

Berada di keramaian bukan berarti tak merasa sepi.

Karena untukku, sepi ialah ketika

adanya

ketiadaanmu.

(k.p)

Percuma

Kira-kira singkatnya begini,

kau harus bahagia, meskipun tidak harus denganku.

Namun kau juga harus mengerti, aku benci kalimat ini.

(k.p)

Sejauh Bintang

Segala yang kuingat darimu telah meresap ke tulang-tulang. Kan selalu kurasa rasa-rasamu, meskipun kau sejauh bintang.

(k.p)

Mahir Menemukan

Tak peduli dengan mata tertutup atau terbuka,

aku selalu memiliki cara

untuk menemukanmu,

dengan keduanya.

(k.p)

My Own Wings

I broke my own wings

just want you to know,

if i could never leave you.

(k.p)

Takkan Berbeda

Andai boleh aku memilih ke mana akan kembali memutar waktu,

aku akan tetap memilih, ke bagian di mana aku

menemukanmu.

(k.p)

Masa Bodoh

Bila aku tak di sampingmu, aku kan selalu cemburu dengan siapapun yang ada di sampingmu.

(k.p)

K e k a l

Aku membahagiakanmu,

agar kebahagiaanmu sanggup membahagiakan

seseorang,

aku.

Singkatnya

Kisah kita, ceritanya panjang.

Singkatnya,

bertemu denganmu, membuatku berhenti mencari.

(k.p)

S e t i a

Kepalamu batu, aku air yang terus sabar menetes

di keningmu.

(k.p)

Sebab Akibat

Ia sanggup tersenyum karena ia sedang bahagia.

Sedangkan aku merasa bahagia karena ia sanggup tersenyum.

(k.p)

Segala

Jangan takut, manisku. segala yang ada

padaku,

mencintai segala yang tak ada padamu.

Kedipan Terakhir

Aku tak percaya

cinta pada pandangan pertama.

Aku percaya cinta ialah apa yang ada

sampai nanti, pada kedipan terakhir.

Jalan Buntu

Bila aku harus pergi, itu ialah kau yang harus bahagia.

Namun bila kau kebahagiaanku,

bagaimana aku bisa pergi

(k.p)

Sampai Lupa

Bila kau tak mencintaiku, pura-puralah mencintaiku.

Berpura-puralah

Sampai

sampai kau lupa bila kau sedang berpura-pura.

(k.p)

Permintaan Kecil

Cintai aku apa adanya.

Aku tak ingin yangtak ada

padaku, masih kamu cari

di diri orang lain.

(k.p)

K e j u t a n

Semua yang ada dalam hidup, ialah kejutan.

Seperti kamu yang tiba-tiba ada,

lalu tiba-tiba saja aku bahagia.

(k.p)

Itu Aku

Di kehidupan selanjutnya,

bila ada seseorang yang begitu menyayangimu seperti aku,

itu aku.

(k.p)

Tetap Tidak Suka

Demi memutar

roda hidup,

aku melatih kesabaran untuk tidak berjumpa denganmu.

Namun hari yang tanpamu, aku tetap tidak suka.

(k.p)

Strangers

If we are gonna be

strangers again,

dont worry, lets falling in love again.

(k.p)

Yang Terbaik

Terserah pada seribu mulut yang mengatakan kau buruk.

Kau tetaplah yang terbaik,

di mata

yang mencintaimu.

(k.p)

Menyenangkanmu

Aku hanya ingin menyenangkanmu.

Maaf bila caraku salah, atau tak sesuai keinginanmu.

Di luar segalanya, semua kembali pada awal kalimat ini.

Pengecut

Di depanmu, aku malu-malu memandangmu.

Di depan Tuhanku,

terang-terangan aku memintamu.

(k.p)

Temani Aku

Hidup terlalu singkat, sedangkan Bumi terlalu luas.

Bisa temani aku, untuk keduanya

(k.p)

Jalan Pintas

Memikirkanmu, bagiku ialah caraku

untuk mendekat,

seberapapun jauhmu.

(k.p)

Melihat Kita

Andai kau sedikit

memahami,

bila aku tak hanya ingin membuatmu tersenyum

melihat dunia,

tetapi juga aku ingin membuat Tuhan

tersenyum

melihat kita.

(k.p)

Pejamkan Matamu

Tutup mulutmu, pejamkan matamu

dan mulailah memelukku.

Mengertilah, manisku, pelukan akan selalu jauh

lebih bekerja

daripada kata-kata.

Selalu Jatuh

Bahkan setelah bersamamu,

aku tetap memahami,

bila pada sepasang matamulah,

hatiku akan tetap

dan selalu jatuh.

Rindu

Rindu punya caranya sendiri untuk menghadiahi diri.

Seperti kau yang tiba-tiba ada,

setelah kupejamkan mata.

(k.p)

Juga Aku

Jangan menangis, manisku. Karena yang jatuh tak hanya air di matamu,

tapi juga aku.

(k.p)

Cara Tercepat

Pada akhirnya aku menyadari, melihatmu baik-baik saja,

ialah cara tercepat untuk memastikan bila dunia ini,

masihlah tetap baik-baik saja.

(k.p)

Akupun Juga

Ingat, sebagian dari dirimu sudah menjadi bagian dari diriku.

Maka apapun yang terjadi padamu, ialah juga terjadi padaku.

Bila kau sakit, maka akupun juga.

(k.p)

Takkan Pernah

Andaikata aku memiliki alasan untuk

meninggalkanmu,

takkan pernah ada dalam inginku

menggunakannya,

untuk meninggalkanmu.

(k.p)