agar setiap kesedihan yang terbaca,
kauantarkan padaku lewat banjir
air matamu.
Dan pelangi
yang melengkungi
kepalamu
adalah mahkota yang lahir
dari dukacitamu.
Tapi masih kucari mataharimu,
seperti pencarianmu akan bahagia
dan senyuman, untuk kupadamkan
agar tak ada keindahan yang membias
dari air matamu.
(Oepoi, Rabu Abu, 25 Februari 2009)