kabut dan sepoi angin ke halaman rumahku juga bisik-bisik ganjil
yang kadang tak pernah bisa aku pahami sebelum kutuliskan sebuah
puisi padamu, ibu
Malam ini, jendelaku
menggigil berangin-angin
Tiba-tiba kuingat kampung
halaman
aku rindu tembakau, sungai, padang rumput, pancuran,
serta aroma pepohonan, juga pagi serta malam-malam
masa kecilku
Kuingat satu per satu nama sahabat kubuka
dan baca satu per satu kenangan
O, tanah sejauh ini tanah
sejauh ini aku rindu
kampung halaman