Aku Cukup Menulis Puisi, Masihkah Kau Bersedih - 21
ingin sekali aku mengunyah gigil yang sekian malam mengepungku seakan-akan sudah minim jalan kembali, genangan hujan musim lalu biarlah dia menyamarkan air mata

milikmu

kita hanya bisa basah sambil mendekap kenangan

masing-masing