dan luka bakar yang tersembunyi
di punggung tanganmu,
jangan bangunkan diriku
bila camar-camar masih beterbangan.
Jangan bangunkan, sebelum kegelapan menjeratku
dengan jala apinya yang tenang.
Kelak jika saatnya tiba, mimpi-mimpi itu
akan berjatuhan dengan sendirinya
dari kelopak mataku, bagaikan serbuk halus
yang luruh dari pohonan.
Udara terlalu sesak, Ahmed, terlalu sesak
dengan bau kapur barus ingatan
dan amis khayal tentang hari depan,
sedang jalan mana saja yang kutempuh
tak pernah kehabisan persimpangan.
Barangkali setiap keping batu
yang diratakan menjadi jalan
memang tahu sebait pengasih, dan selebihnya:
hasrat untuk menyesatkan.
Dalam tidur yang hampir sama panjang
dengan umur waktu, berkali-kali
kusaksikan burung simurg naik ke langit
dan ular-ular tanahdengan racun ungu
pada taringnyamerambati dinding parit.
Adakah, adakah perbedaan keduanya
di hadapan Awal dan Akhir
Di langit tak ada peradilan
tak ada Langit dan orang tak diadili.
Demi sengatan dingin yang ganjil ini
serta bau hangus kayu
yang tak terkebas dari gamismu,
jangan bangunkan diriku
bila mereka yang berumah masih akan kembali
dan yang tiada berumah
masih tidak kembali.
/2013