cinta berwarna senja telah
menjadi matahari
tetap saja kupaksa diriku untuk mengejarmu kudatangi kau
di terminal-terminal, sepi stasiun-stasiun, lengang
perjalanan ini seperti perburuan
aku mengejarmu mataku
tak banyak menangkap
tetap saja aku berlari sembari mengeja
peta-peta suci sembari memanggil,
namamu, namamu, namamu
o, mari jabat tangan dan berbaikan lagi,
tuhan sebab di rimba raya puisiku ini
namamu tak urung selalu aku eja