KEPULANGAN KELIMA - 21
di rimba raya puisiku lambang

cinta berwarna senja telah

menjadi matahari

tetap saja kupaksa diriku untuk mengejarmu kudatangi kau

di terminal-terminal, sepi stasiun-stasiun, lengang

perjalanan ini seperti perburuan

aku mengejarmu mataku

tak banyak menangkap

tetap saja aku berlari sembari mengeja

peta-peta suci sembari memanggil,

namamu, namamu, namamu

o, mari jabat tangan dan berbaikan lagi,

tuhan sebab di rimba raya puisiku ini

namamu tak urung selalu aku eja