orang-orang memasuki lubang hitam matamu
dan kau mencari di mana letak gelap.
aku menciptakan matahari dari utara
agar tercipta malam-malam baru.
aku menciptakan bulan dari matamu
Di mana letak gelap katamu lagi.
jalan memanjang ke belakang
udara kotor
seperti bau nafasmu.
kita berhenti di persimpangan
Di mana alamatmu
Kamulah alamatku. kataku.
tapi kau tak dengar
sebab jalan teramat bingar.
macam knalpot kampanye partai
yang dibayar dari kantong pedagang.
sekarang kita berjalan sendiri
mengetuk rumah masing-masing
dan bertamu pada diri sendiri.
Tuhan ada di mana-mana. teriakmu kemudian,
sambil kau ciptakan tuhan di kepalamu.