gula sembari menghirup
aromanya dalam-dalam
menjadi ritual memulai
harinya Farisha.
Kegemaran mengamati
lingkungan sosial
tidak serta merta
menghindarkannya dari social pressure. Justru dirinya
kerap dijadikan sasaran empuk, sehingga terciptalah coretan ini.
Keseharian di tempat kerja sangat dinikmatinya dengan
tenggelam dalam diam, melihat dan mengamati. Tersenyum dan
belajar memaknai.
Lalu diam menjadi penuh warna di dunia Farisha yang lain
dikelilingi keluarga dan sahabat-sahabat terbaik. Satu hal yang
selalu diyakininya Being simple and thankful.
Jakarta, 2014