NIKEN DAN PANDU - 22
Yayangku,

Paras wajahmu, gerak-gerikmu, selalu terbayang di mataku.

Kamu membuat aku gelisah tiap malam, tidak bisa tidur. Aku jadi nggak doyan makan gara-gara mikirin kamu.

Yayangku yang manis, aku cinta kamu. Aku tidak akan pernah berhenti mencintaimu.

Aku nggak tau mesti gimana kalo aku nggak lihat wajahmu barang sehari saja.

Kau begitu lincah, senyummu begitu menggoda.

Suaramu, indah bagaikan tiupan angin malam.

Akan aku lakukan apa saja untuk mendapatkan cintamu.

Jangan buat aku patah hati. Terimalah segala rasa cintaku.

Yang sangat mencintaimu, selamanya.

Pandu.

Niken masih ternganga. Masih belum hilang shocknya.

"Niken, kita dari Boss FM, mau ngucapin selamat. Pandu sayang sekali sama kamu. Mbak Merlin sampai terharu waktu dia telepon barusan, minta suaranya direkam per telepon." terdengar suara Mbak Merlina dari radio. "Buat Pandu, good luck! You've inspired all of us in Boss FM radio station! Oke, kita nggak mau bikin para penggemar kuis menunggu-nunggu lebih lama lagi. Kuis malam hari ini."

"I love you, Fei, and nothing else matters." kata Pandu. Kali ini nggak dari dalam radio. Pandu mengecilkan volume radio.

"Gila kamu, Ndu." Cuma itu yang bisa keluar dari mulutnya.

Pandu diam saja, sambil memainkan jari-jemari Niken.

"Kenapa mesti lewat radio" tanya Niken kemudian.

"Aku pasti nggak sanggup lah ngomong langsung di depanmu. Pasti kamu ketawa keras-keras sebelum aku selesai."

"Tahu nggak, aku tadi kaget setengah mati waktu denger suara kamu di radio, Ndu. Kamu memang sinting."

"Aku cuma mau bilang, aku cinta sekali sama kamu. Kamu sudah merubah definisi kata 'cantik' di duniaku. Karena hanya kamu yang cantik di mataku." Pandu baru akan mencium pipi Niken, waktu suara Mbak Merlina mengagetkan mereka berdua.

"Hallo Niken, Pandu, kalo kalian masih di situ, selamat menikmati malam yang indah ini. Lagu ini milik kalian. Nggak gangguin lagi deh... Selamat malam."

From my youngest years to this moment here

I've never seen such a lovely queen

From the skies above to the deepest love

I've never felt crazy like this before

Paint my love, you should paint my love

It's the picture of a thousand sunsets

It's the freedom of a thousand doves Baby, you should paint my love.

"Aku jadi pengen bikin puisi, Ndu." kata Niken habis Pandu menciumnya. "Ya bikin saja." kata Pandu.

"Bikin gimana Aku nggak punya bolpen dan kertas."

"Ngomong saja. Seperti deklamasi gitu."

"Nggak ah." Niken menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Ayo lah. Buat aku ini." bujuk Pandu.

"Baiklah." kata Niken akhirnya.

Hati ini

Ingin jadi milikmu

Pahami tiap bilik sanubarimu

Jiwa ini

Ingin berkelana, mengembara bersamamu Jalan seiiring alunan langkahmu Diri ini

Ingin jadi permaisurimu

Bertahta membangun dinasti yang agung di istanamu Cinta ini

Ingin selamanya kuberikan untukmu Menembus segala ruang dan waktu Untukmu Pandu, Pahlawanku, kekasih hatiku, Mata Elang ku.

THE END!!!!!!!!