KEPULANGAN KELIMA - 22
telah ribuan tahun aku mencari menelusuri

sembari memburu lewat reinkarnasi sejak kakek

buyutku berkali-kali menjelma puisi

menjadi laut, batu, pohon juga kelelawar

betapa rindu aku pada perjamuan suci kita kucari

kau sembari menulis jutaan kitab suci

aku menjelma batu, kau menjelma

ilalang aku jadi rimba, kau meraung

jadi harimau aku berubah laut, kau

merupa pasir aku menjelma kabut,

kau membumbung bukit

aku tumbuh berpohon, kau menitis awan

betapa serasi hidup kita yang tak

pernah berdekatan, meski sangat

mungkin untuk berpelukan ooh

kau yang aku buru beribu-ribu tahun

pada bangkai malam juga panas

yang merayap di kulit berkeringatku

ratusan bahkan ribuan kali reinkarnasi

kuburu kamu

meski pertemuan kadang tak berani aku resapi

aku lahir di tigris tumbuh di

andalusia mengalir di jawa

menetas di bali bergulung di

antartika menggigil di eropa

mampus aku di gaza bangkit

lagi aku di kutub utara

aku telah melebur menjadi api, memanjat gunung menjadi angin

menapaki sungai dengan menjelma air

oh, tuhan betapa rindu ini rindu semesta jauh sebelum masehi

semenjak kita berjanji untuk berpisah setelah aku makan khuldi