MASA LALU TERJATUH KE DALAM SENYUMANMU - 22
angin barat ngajar kitiran

angin kumbang ngajar layangan.

wong mlarat dadi pikiran

kegembang dadi bayangan.

mimpimu berlubang

di atap rumahmu

malam sobek di matamu

kau hitung malam lalu

tentang rasa takut dan malu

yang memburumu

tapi usia adalah angka judi

yang bicara untung-rugi.

malam kembali tumbuh

di tubuhmu

bulan gendut memanggilmu.

dengan setengah malu-malu

kau mengintipnya dari sarungmu.

kau berharap bulan itu

menggenapi mimpimu.

maka bulan pun menggenapi tidurmu.

angin mengusap-usap tubuhmu

langit begitu jauh

malam lambat dan jemu

harapan menyembunyikan wajahnya dari rasa malu.

aih mak....

ana pribasane gabah wutah ning leleran

lakonana sabar lan nerima

wong sabar langka alane

malah dadi ning becike.

tapi malam sudah lama meninggalkanmu

sebelum padi-padi tumbuh

di perutmu

dan musim yang kautinggalkan

di kampungmu.

dan malam kembali tumbuh di kepalamu

bulan padam

bintang-bintang mati

jalan temaram

kota pulas

lampu-lampu kamar padam

seekor kecoa melintas

di aspal hitam.

dan dari arah barat

sedan melindasnya.

waktu berhenti.

suara sedan menjauh.