Turun mobil dan langsung disambut pandangan banyak mata, seharusnya aku terbiasa, apalagi sekarang akan ada topik baru untuk mereka bicarakan, pertunanganku, tunggu saja sampai mereka melihat cincinku dan juga fakta bahwa Gavner sekarang tinggal di paviliun rumahku, di rumah ada seorang pria sekarang, selain aku dan Nanny, tentu saja.
Ghie Katakan apa yang terjadi dua minggu ini Kamu menghilang, dan wow, kamu kembali dengan seorang cowok yang.Eve bersiul menggoda sambil memandangi Gavner yang hanya sekilas menatapnya lalu mengacuhkannya. Siapa dia Eve menowel bahuku Pangeran kutub
Dia memang sang pangeran, tanya aja!
Gavner, itu ruang gurunya, kamu masuk aja, dan, sampe ketemu di jam pulang nanti!, dag Aku berlalu dan Eve mengikutiku, aku tau dia akan mengintrogasiku.
Elo jahat! Elo nggak jawab telpon gue, elo nggak balas email gue! teriak Eve dramatis, khasnya, dia memang selalu bertindak seperti ratu drama konyol. Aku membanting dengan keras pintu lokerku, berharap itu bisa membuatnya berhenti berbicara.Ghie! gue nunggu alasan kenapa elo bertindak seperti orang yang.elo pikir kita bukan lagi sahabat
Eve, please, ini hari pertama gue masuk sekolah, gue melewati begitu banyak kejadian dua minggu ini, jangan terlalu banyak bertanya, gue mau mengejar ketinggalan selama gue nggak sekolah, oke aku memohon pengertiannya, tapi Eve bukanlah teman yang pengertian. Nyokap gue mati bunuh diri, gue ternyata seorang princess, dan sebentar lagi gue jadi permaisuri, gue tunangan sang pangeran sekarang. Seandainya mudah untuk berkata seperti itu, harusnya aku berbicara dan menceritakan semuanya dengan satu-satunya sahabatku ini, tapi tidak sekarang, diantara banyaknya pasang mata yang melirikku secara terang-terangan dan bersembunyi, aku melihat Niken lewat, dia melirikku sejenak sebelum tersenyum kecut, dan melanjutkan obrolan dengan dua orang temannya, Penny si tukang gossip yang bermulut selebar bak cucian dan Mimi si cewek yang bibirnya seperti baru aja habis makan gorengan dengan minyak seliter (itu julukan yang diberikan Eve pada mereka).
Niken, sahabat elo itu katanya dengan nada mengejek, berhasil disingkirkan Gazka dengan mudah, tapi Gazka mundur dari jabatan ketua OSIS dan sekarang, Budi si cowok kutu buku bertampang mirip Hitler yang tanpa kumis, apa yang ada di otak Gazka gue nggak habis pikir, memberikan suaranya untuk si Budi, tapi sudahlah, seenggaknya bukan Niken yang jadi ketua OSIS.
Aku hanya mengangguk
Ghiegue mesti tau apa yang terjadi selama dua minggu ini! Eve kembali meredengiku dengan pertanyaan yang tak mungkin bisa kujawab sekarang.
Hai Ghieseseorang menyapaku dengan suara yang sangat aku rindukan, Dante, dia disana masih setampan yang kuingat.
Haibalasku, otakku mengingatkanku, bahwa aku terikat pertunangan, dan suara lain dari hatiku meneriakinya dengan berkata itu hanya berpura-pura. Dante masih pacarku, tapi masihkah dia mengaggap begitusetelah dua minggu berlalu, tanpa kabar apapun dariku.
Kita ketemu jam istirahat ya, di perpus, dag! Dia memberikanku senyumnya seperti biasa, senyum jail yang manis.
Huh! Dan elo bakalan ketemu Dante dan lupa buat certain semuanya ke gue! Eve ngedumel, bel berbunyi, dan sudah waktunya bagiku untuk fokus dulu pada pelajaranku.
***
Aku tidak bisa menemui Dante karena guru BP baru saja meneriakan namaku melalui pengeras suara, aku diminta kesana, beberapa saat setelah bel berdering, Eve memandangiku dengan tatapan menyesal, apalagi sih yang terjadi
Selamat siang aku menginjakan kaki lagi di ruangan ini, aku tak ingin ada masalah lagi. Siang jawab suara yang kukenali, suara kepala sekolahku.
Aku tak menyangka pemandangan yang tersaji di depanku, Gavner dan Gazka dengan wajah yang tampak kacau, lebam dan berdarah, ternyata aku hanya diminta untuk merawat luka keduanya, kupikir ini permintaan Gavner. Setelah itu, aku dan kedua orang cowok yang baru kusadari berwajah nyaris identik ini berjalan menuju UKS, mereka merusak rencanaku untuk bisa well, setidaknya melepas rindu dengan Dante.
Aku membersihkan wajah Gavner dengan hati-hati, sepertinya dia menikmati sentuhan tanganku di wajahnya, dia memandang Gazka, alih-alih mereka saling baku hantam lagi, yang ada mereka hanya saling melempar senyum mengejek juga juluran lidah.
Ghietampang gue juga ancur, elo juga mesti bersihin muka gue! protes Gazka.
Udah elo minta bersihin sama perawat sekolah atau anak PMR aja gih sahut Gavner, Ghie khusus ngerawat gue, asal loe tau ya Ka, Ghie ini tunangan gue, loe liat dong cincinnya sama kayak cincin gue,hehehe
Sialan loe! Sumpahelo kadalin gue nih !Gazka tak mau percaya. Setelah selesai dengan Gavner aku membersihkan muka Gazka.
Kakak ipar yang baik, hehehe Gavner bicara lagi.
Please, kasih tau gue, kenapa harus gue yang ngerawat kalian, ada perawat sekolah, ada anak PMR, kenapa harus gue Dan kenapa elo mesti nyiptain kasus diawal loe masuk sekolah aku benar-benar marah. Gue ngak suka lelucon kayak gini!
Gue kangen adek gue Ghie, dan yeah, salahin Gazka dia yang nyerang gue duluan. Gavner menjelaskan.
Gue marah Ghie sama si idiot ini, gue nggak nyangka ketemu dia disini! Ini bikin gue shock! Gue nggak mau dia disini, gue mau dia pulang dan kembali ke habitatnya dalam pelukan Daddy tersayang dan tahtanya, huh!Gazka mencemooh dalam candaan.
Hey, apa sih yang kalian mainkan
Boleh memintamu merahasiakan sesuatu Ghie Gavner menatapku, tatapannya selalu sendu, kadang aku melihat kesedihan disana, tapi ada kegembiraan sekarang, setidaknya melihat Gazka ada cahaya keceriaan dalam matanya yang berwarna hazel. Anggap saja, aku dan Gazka tidak saling mengenal, anggap saja aku dan Gazka bukan saudara, berjanjilah!
Aku-kamu! Napa nggak elo gue sih hahaha sok romantis loe, Ghie, apa panggilan sayang elo buat dia Babon Hahahaha, gue rasa elo khilaf mau-maunya tunangan ma Babon ini, hahaha.Gazka masih saja mengejek, siapa yang menyangka, cowok yag dipikir cewek-cewek diluaran sana sangat cool, bisa sekonyol ini.
Aku janji aku tersenyum pada keduanya.
Aku benar-benar tak mengerti, lebih baik aku jalani saja.
Gavner, bubar sekolah gue bareng Eve ya..aku berdusta, sebenarnya aku ingin pergi dengan Dante, jempolku sedang menari-nari diatas touch screen sedang mengiriminya pesan untuk menemuiku setelah sekolah.
Hmmm oke, gue juga mau bikin perhitungan sama monyet satu ini. Dia menunjuk Gazka, keduanya tertawa-tawa, alangkah bahagianya, seandainya saja aku memiliki saudara.