Aku Cukup Menulis Puisi, Masihkah Kau Bersedih - 23
aku telah menelan semua angan

namun lapar masih menjadi monster

aku melewatkan banyak hal kecil yang kupikir nyala api di sumbu lilin namun sebutir nasi hari ini ditambah sebutir nasi lagi hari itu

akan menjadi semangkuk nasi tahun depan

lalu mereka berkumpul di pengaduan publik bersama massa lain yang tak puas pada penghitungan suara, pada undang-undang minerba, atau

kekuasaan lain yang tak kunjung disahkan

kepada aku yang bersalah, dikatakan bahwa lapar adalah sebab mula tak tahu hari ini makan apa

tak tahu hari besok siapa makan aku