THE HALF BLOOD PRINCESS - 24
Aku menghindari Eve sebisaku, dan akhirnya aku berada di boncengan skutermatic Dante, Dante mengajakku ke tempat biasa, tempat pertama kali dia memaksaku makan sebanyak yang aku bisa dan melarangku untuk memuntahkan segalanya, kami akan melewati makan siang istimewa yang ditutup dengan menikmati Coffee Banana Split Favorite-kami.

Hey mysterious girl, mau cerita kemana aja dua minggu ini Kamu mau bikin aku mati karena kangen yaDante menggodaku, dia mencolek hidungku, alih-alih marah dia malah bersikap seperti biasa, dia satu-satunya orang yang bisa membuatku tertawa dengan mudah.

Boleh bilang sesuatu nggak Aku sebenarnya ingin menceritakan segalanya, mamaku, siapa aku, dan pertunangan yang sedang menyiksaku.

Pasti mau bilang miss you like crazy, kan Kamu juga kangen banget sama aku, kan Dia mengacak-acak poniku. Sebenarnya, aku ingin bilang segala yang terjadi padaku, tapi aku tak ingin, aku tak mau merusak senyumnya. Everything oke, Ghie Dante menyadari perubahan ekspresiku. Jadi aku tersenyum sebisaku, walau berat tapi kupaksakan, aku hanya ingin bahagia, aku tau pertunanganku bisa dikatakan hanya pura-pura tapi ini masih rahasia antara aku dan Gavner, tidak ada satu orangpun yang boleh tau, haruskah aku mengatakannya sekarang pada Dante Tapi aku juga tak bisa mengkhianati janjiku pada Gavner, aku tak bisa merusak segalanya, keluargaku adalah taruhannya, dan aku juga tak ingin merusak kebahagiaan Dante.

Dante, kamu percaya kan kalo aku benar-benar sayang sama kamu aku menatap matanya, ada yang berbeda antara mata Dante dan Gavner, Dante memiliki mata bening seperti mata anak-anak, dan Gavner memiliki mata indah yang sayangnya seperti menyimpan luka.

Nggak dia menggeleng-gelengkan kepalanya sambil nyengir

Aku sayang banget sama kamu aku mengatakan yang sebenarnya, yang aku rasakan. Ghie..seberapapun sayangnya kamu ke aku nggak bisa ngalahin rasa sayangku ke kamu, aku tau ini nggak boleh, terlalu menyayangi sesuatu seperti ini, tapi aku nggak tau, aku terlalu sayang, dan nggak tau dan nggak bisa bayangkan bagaimana bila seandainya aku nggak bisa memiliki kamu, ini gila, aku tau kita masih remaja, dan rasanya terlalu muda untuk aku bilang cinta, tapi aku nggak bisa membohongi yang aku rasa.Dante mengelus pipiku, aku memejamkan mata mencoba resapi rasa sayang ini, begitu menenangkan begitu menyenangkan.

***

Aku menghabiskan soreku dengan Dante, kami melakukan banyak hal yang menyenangkan, dan yang terakhir dia lakukan benar-benar konyol, dia membelikanku banyak balon helium warna-warni, sebagai pengganti balon yang terbang malam minggu dua lalu, dia benar-benar aneh, tapi aku menyukai itu.

Ingin tau apa hal romantis yang terjadi sore ini Setelah berlarian, berteriak melepas beban, merasakan air laut di kaki kami ketika berjalan di pantai, dan juga memandang indahnya langit kala matahari terbenam, sangat tak terduga dan tanpa direncanakan, Dante, dia menciumku, tepat di bibir, dan kali ini sebuah ciuman yang sebenarnya, tak ada lagi gelas melayang, tak ada lagi teriakan histeris setelahnya, dan tak ada lagi kepanikan, yang ada hanya keinginan untuk menghentikan waktu merasakan cinta Dante, merasakan kedamaian yang dia berikan.

Ghie...mau berjanji padaku

Apa

Apapun yang terjadi kamu nggak akan ninggalin aku

Ya Aku menatapnya memberikan keyakinan dan tersenyum manis, aku merasakan genggaman tangan Dante menggengam jari jemariku lebih erat seakan tak ingin melepaskannya, Dante menciumku sekali lagi, kubalas ciumannya, aku merasakan bibirnya yang lembut dan kenyal, merasakan nafasnya yang sewangi mint, merasakan hangat pelukannya. Rasanya tak ingin mengingat segala kesedihan rasanya ingin menjadikan inilah akhirnya. Seandainya hidup bisa direncanakan dan takdir bisa tertulis dengan mudahnya sesuai dengan yang kita inginkan dan yang kita harapkan, maka aku ingin agar segala kebahagian itu tercipta untukku dan kebahagiaan itu ada pada seorang yang paling kucintai, pada Dante, ingin sekali segala kebahagiaan ini kubawa pulang, dan kutuangkan dalam mimpi indahku malam ini, mimpi dimana hanya ada aku, Dante, dan kebahagiaan kita.