MEMORIA - 24
Segera, petiklah. Ambillah bunga yang mekar ini!

Agar sebelum tangkainya dipatahkan ragu

Sempat kita kekalkan sebait rasa yang lugu.

Selarik doa yang perlahan-lahan kita amini.

Maka Tuhan yang jauh kita dekap erat

Dengan kesedihan yang belum sempat dikerat.

Air mata-Nya kita gunakan menghadirkan cinta

Atau sekadar menyiram tanaman-tanaman melata.

Dari mana baiknya kita mulai mengeja kehilangan

Kepak burung, patahan malam atau sebaris kenangan

Demikianlah pesan yang kita hadirkan sekarang

Adalah rasa lapar yang kita unduh dengan sukacita

Lalu kita bubuhkan ihwal paling mangsi pada tinta

Agar lapang arah garis kehilangan menjengkal karang.

(Naimata, Juli 2009)