KEPULANGAN KELIMA - 24
Menapak jejak-jejak para pembuka jalan adalah

sebuah petualangan yang sungguh sangat

menyenangkan untuk seorang pemuda sedang

jatuh cinta sepertiku

Menyimak dendang patukan pelatuk pada pohon-pohon

cemara bagiku adalah serupa gubahan lagu semesta luar biasa

Dan mengendus wewangian alam raya yang perawan adalah

mimpi masa kecilku yang lugu

Rinjani, di benakku adalah nama perawan

Perawan bersungai susu,

juga bertelaga segara

Edelweismu kembang Andarnyawa

Tak pernah ada perawan semanis ia

Berjalan pagi di pundaknya adalah serupa mengembara jauh

di tanah tak bertuan

Di bawah gerimis bulan Februari,

di punggungmu kutulis sebuah sajak untuk Dewi Anjani

perempuan yang nun jauh menantiku pulang bersama

kembang Adarnyawamu