THE HALF BLOOD PRINCESS - 25
Kenapa sih kamu harus bohong Lampu mejaku langsung menyala, terkejut, balonbalon helium yang dibelikan Dante langsung beterbangan ke langit-langit kamarku. Temanmu Eve, baru saja dari sini, mencarimu, kalo kamu pergi bersama Eve bagaimana mungkin dia mencarimu kesini.

Gavner berbaring di tempat tidurku, wajahnya terlihat marah, aku sedikit ketakutan, ini ekspresi tak biasa, dia terlihat sangat berbeda.

Aku bisa jelasin Kataku serak.

Aku sudah tau! Nada suara Gavner meninggi, aku tak lagi mengenal orang yang ada di hadapanku sekarang, dia telihat begitu mengerikan dalam marahnya.

Apa yang kamu tau Aku mencoba tetap bersuara normal Ada cowok lain bernama Dante kan Dia berteriak.

Dia pacar aku, aku kenal dia jauh sebelum kamu. Aku menaikkan nada suaraku, aku memberanikan diri.

Aku Tunanganmu, kalo-kalo kamu lupa, dan masa depanmu ada bersama aku!Suaranya kembali normal tapi ekspresinya masih terlihat sangat dingin

Bukannya kamu bilang, kalo ini cuma pura-pura aku mencoba mengingatkannya.

Bagaimana kalo aku berubah pikiran Gavner, mau kamu apa aku frustasi.

Aku mau kamu menjalani status yang seharusnya kita jalani.

Gavner, please, kamu cumamerasa dibohongi! Kita bisa meneruskan sandiwara ini, kita pura-pura tunangan, tapi aku mohon banget biarin aku tetap sama Dante, aku sayang banget sama dia, kamu boleh pacarin cewek manapun, kita bisa menjalani dengan cara yang bisa memudahkan kita. Aku mencoba menjelaskan segalanya, aku ingin mencairkan suasana.

Gavner mendatangiku, berdiri tepat dihadapanku, sekarang wajahnya begitu dekat dengan wajahku, aku menatap matanya dengan takut, ada kemarahan tak terkira yang ingin dia lampiaskan.

Kamu mau pura-pura Akan kuturuti maumu nada suaranya terdengar dingin. Tapi bukan pura-pura seperti maumu. Gavner menyentuh pipiku, sentuhannya lembut tapi menakutkan aku merasa terancam. Buka matamu! lihat aku Lala Brieghieta Rara Nantana!

Ya Tuhan aku mohon, beri aku kekuatan untuk membuka mataku dan untuk sanggup menatap matanya. Pelan-pelan kubuka mataku, kupandangi Gavner, masih dengan wajah marahnya, sangat tak terduga dia menciumku paksa, aku tak berontak tapi juga tak bergerak, biar dia dapat apa maunya, sang Pangeran selalu mendapatkan yang dia inginkan, tapi aku tak menyangka, ternyata sang pangeran bukanlah orang bisa memegang kata-katanya. Dia menyerah dan frustasi, berteriak dengan keras lalu menghantam cerminku dengan kasar, suara kaca pecah I dan teriakan amarah membuatku ketakutan, aku menangis, Gavner meninggalkanku sendiri, aku menangis di lantai, sampai Nanny datang menenangkanku dengan pelukannya.

***

Aku menelpon Eve, memintanya datang, aku perlu seseorang untuk kuajak bicara, tak lama Eve datang, dia menemaniku berbaring dalam kegelapan, mendengarkan seluruh kisah sedihku, kepergian mama, tentang siapa aku, dan pertunanganku dengan Gavner.

Ghiegue turut berduka cita buat tante Ayara, maaf gue nggak tau, dan.Antara isakan dan tawa Eve bicara lagi, dan disaat yang sama aku mersakan genggaman tangannya di jariku Gue bego bangeeetdulu gue pikir jadi seorang putri bangsawan itu adalah hal yang indah, kayak di dongeng, bertemu pangeran tampan, tapi ternyata enggak, elo putri yang . . . elo pasti mikir akan lebih kalo elo bisa milih gue yakin elo pasti mau milih jadi orang biasa aja, supaya elo bisa sama-sama dengan Dante, bukannya dengan pangeran psikopat kayak Gavner, secara tampang dia memang pantas dibilang pangeran, tapi kejiwaan dan perilaku dia nggak ada bedanya dengan monster!

Mendengar Eve berkata dengan nada bicara yang konyol dan cablak seharusnya aku bisa tertawa, tapi sudahlah, aku memang ditakdirkan seperti ini.

Eve, dengan menikahi Gavner, walaupun itu masih bertahun-tahun lagiadalah satusatunya cara untuk mengembalikan lagi kehormatan keluarga, gue anak tanpa ayah, gue bukan putri yang sesungguhnya, sebenarnya gue nggak punya hak memakai gelar kebangsawanan, ayah biologis gue orang biasa gue bahkan tak tau siapa dia, keluarga gue menaruh harapan besar, ada beban yang harus gue emban, gue nggak punya siapa-siapa, keluarga yang gue punya hanya mereka dan tugas gue adalah membahagiakan mereka.

Walaupun dengan mengorbankan kebahagiaan elo Eve protes. Elo punya gue, elo punya Dante, orang-orang yang sayang sama elo,Ghie, elo bahkan belom 17 taon tapi apa yang elo alami terlalu berat, gue dukung apapun yang elo lakuin, gue ngerti posisi elo, gue tau elo nggak bakal bahagia buat ngejalani semua ini dengan Gavner, tapi seenggaknya, izinin gue untuk bilang dan certain segalanya pada Dante, kalopun elo berdua nggak bisa sama-sama minimal Dante tau, kalo hati elo selalu untuk dia.