Aku Cukup Menulis Puisi, Masihkah Kau Bersedih - 25
aku telah dititah, untuk menghaluskan bahasa bersama sepasukan kunyit yang rela mati

bersama kemiri, bawang merah dan bawang putih

aroma kematian yang menguar akan sampai ke tuhan

seorang penghidu kenangan menemukan aku tersesat dalam harum bumbu, terseret pusaran santan yang diaduk dengan begitu khusyuk. doa-doa

dan dosa-dosa tidak diizinkan berkerak di dasarnya

seratus tahun penderitaan yang kualami ini melebihi perasaan tuan aureliano buendia ketika mengingat senja yang samar tatkala

sang ayah membawanya menemukan es