YANG TERUCAP YANG TERTULIS - 25
Sebelum umroh, saya dan rombongan diajak berziarah di seputar Kota Makkah, yakni sekeliling Arafah. Di sana ada Jabal Rahmah. Jabal berarti gunung, Rahmah artinya kasih sayang. Di gunung inilah untuk pertama kali Adam dan Hawa bertemu setelah diturunkan Allah ke bumi. Di tempat ini, banyak jamaah yang masih single berdoa untuk dipertemukan dengan jodohnya.

Ziarah selanjutnya ke Musdalifah dan Mina. Area ini terlihat kosong, tidak banyak kegiatan penduduk. Ya, karena Musdalifah dan Mina, hanya terpakai pada saat musim haji. Di sanalah tempat mabit atau bermalam setelah wukuf di Padang Arafah.

Tibalah setelah itu menuju Jironah untuk mengambil miqat dan berniat umroh. Sebelum memulai tawaf, ketua rombongan saya memberi instruksi kalau tawaf akan dimulai setelah Sholat Dhuhur. Akhirnya, saya minta izin untuk tawaf dan sai sendiri. Jam menunjukkan pukul 11.45. Saya yakin kalau tawaf sekarang akan selesai sebelum azan Dhuhur.

Ternyata benar. Selesai tawaf, saya masih bisa sholat dan berdoa di Hijir Ismail. Tak seberapa lama, berkumandanglah azan Dhuhur. Setelah sholat, saya lanjutkan rangkaian umroh berikutnya, yakni sai dan tahalul. Selesai sudah umroh kedua saya. Saya berharap, pahala umroh ini akan sampai ke almarhumah ibu saya yang dulu meninggal, ketika saya pergi haji yang pertama tahun 2004.

Segera saya kembali ke hotel dan beristirahat sebentar, menunggu waktu Asar tiba. Sabtu malam, saatnya bersantai sejenak dengan jalan-jalan di mall dekat hotel. Ternyata ramai sekali. Sesekali saya pantau berita di media online, jalannya beberapa pertandingan sepakbola Liga Inggris.

Kalau urusan sepakbola, tidak bisa dilewatkan di mana saja.

Ternyata, ada beberapa kejutan di akhir pekan ini. Arsenal dikalahkan Liverpool dengan angka telak, sementara Manchester City ditahan imbang tanpa gol oleh Norwich.