dan lihatlah: manusia tak selamanya
menguning, berjatuhan, berjauhan
seperti yang kau kira
waktu terjaga.
Angin kadang berpasir
dan cinta bisa menggores
telapak tanganmu,
namun sabarlah, sabar seperti hijau,
seperti ajal, seperti para pendosa
memikul neraka pada pundak mereka.
Tujuh tamborin kaca
mekar dan gemerincing
di pucuk-pucuk pohon sakitmu,
serupa kesedihantetapi bukan.
Ada yang bukan keruh
mata kucing tua.
Ada yang bukan
putus asa.
Adakah kau mendengarkan
/2014