MISA ARWAH & PUISI-PUISI LAINNYA - 26
Pejamkan matamu, Setadewa,

dan lihatlah: manusia tak selamanya

menguning, berjatuhan, berjauhan

seperti yang kau kira

waktu terjaga.

Angin kadang berpasir

dan cinta bisa menggores

telapak tanganmu,

namun sabarlah, sabar seperti hijau,

seperti ajal, seperti para pendosa

memikul neraka pada pundak mereka.

Tujuh tamborin kaca

mekar dan gemerincing

di pucuk-pucuk pohon sakitmu,

serupa kesedihantetapi bukan.

Ada yang bukan keruh

mata kucing tua.

Ada yang bukan

putus asa.

Adakah kau mendengarkan

/2014