MEMORIA - 26
Rasa lapar pada hujan

Temali ragu yang kita simpul

Dengan kasar telapak tangan

Sebelum wangi doa mengepul.

Tuhan adalah cinta sejati

Riwayat kita selalu berdiang

Di antara gerimis dan tawa girang

Seumpama hikayat bunga melati.

Sesuatu yang kita terima dari jauh

Pernah kita kirimkan dengan gerutu

Riwayat yang melepuh dan rapuh

Titian kita senantiasa digerus waktu.

Aku hanya sebentuk bayang

Selalu kautandai rasa sayang.

(Naimata, Agustus 2009)