Temali ragu yang kita simpul
Dengan kasar telapak tangan
Sebelum wangi doa mengepul.
Tuhan adalah cinta sejati
Riwayat kita selalu berdiang
Di antara gerimis dan tawa girang
Seumpama hikayat bunga melati.
Sesuatu yang kita terima dari jauh
Pernah kita kirimkan dengan gerutu
Riwayat yang melepuh dan rapuh
Titian kita senantiasa digerus waktu.
Aku hanya sebentuk bayang
Selalu kautandai rasa sayang.
(Naimata, Agustus 2009)