YANG TERUCAP YANG TERTULIS - 26
Hari ini hari terakhir jatah saya di Makkah. Nanti pada pukul 09.00, saya akan segera bergeser ke Jeddah, dan malamnya, pada

19.40 terbang kembali ke Jakarta. Tadi pagi, saya bangun pukul 03.00 lantas mandi dan bergegas ke Masjidil Haram. Segera saya cari tempat yang nyaman dan dekat dengan Kakbah untuk Tahajud.

Setelah Tahajud, segera saya ambil posisi untuk tawaf wada, artinya tawaf perpisahan. Saya nikmati betul tawaf terakhir. Berbeda dengan dua kali tawaf ketika saya umroh kemarin yang ingin segera selesai, ada perasaan berat apalagi ketika berdoa sebelum beranjak dari Hijir Ismail.

Ya Allah, terima kasih atas semua nikmat dan anugerah yang selalu Engkau limpahkan kepadaku dan keluargaku. Sungguh, hanya atas kemurahan-Mu aku bisa bersujud di depan Kakbah-Mu ini. Terima kasih atas sajian dan jamuan-Mu selama aku di Tanah Suci-Mu, Makkah dan

Madinah.

Ya Allah, semua doa dan hajatku telah aku haturkan kepada-Mu. Juga hajat dan doa yang telah dititipkan oleh teman, sahabat, dan keluargaku. Jika dengan itu Engkau makin cinta kepada kami, bantulah kami. Jika dengan itu kami makin bermanfaat untuk orang banyak, wujudkanlah, ya Allah. Namun, apabila dengan semua hajat itu, kami makin menjauh dari-Mu, maka berilah petunjuk-Mu, ya Allah. Jangan tinggalkan kami.

Ya Allah, saatnya kini aku harus kembali ke rumahku. Janganlah Kau jadikan ini kunjungan terakhirku. Ya Allah, mudahkanlah aku untuk datang kembali ke rumah-Mu ini dengan keluargaku, anak, dan cucuku. Mudahkanlah pula bagi teman, sahabat, dan keluargaku yang belum bisa berkunjung ke rumah-Mu ini. Berkahi dan lapangkanlah rezeki mereka. Sampaikanlah salam dan sholawat untuk Rasulmu, Muhammad

SAW dan keluarga beliau. Walhamdulillaahi robbil alamin.

10 Februari 2014

Sepulang umroh, minggu lalu saya sempat kacau. Bukan kacau dalam artian serius, hanya soal jet lag. Selama di Tanah Suci, saya biasa tidur pukul 22.00 malam, berarti di Tanah Air pukul 02.00 dini hari. Selama 4 hari pertama di rumah, saya belum bisa mengubahnya. Saya baru bisa tidur mulai jam 02.00.

Ini yang saya sebut kacau tadi, karena saya harus bangun lagi 2,5 jam kemudian untuk Sholat Subuh. Sehabis Subuh, saya kembali tidur.