THE HALF BLOOD PRINCESS - 27
Setengah mengantuk, aku keluar kamar, dan kulihat Gazka bersama seseorang, Dante. Ada penyesalan saat melihatnya, seandainya ia tau, mungkin dia takkan pernah melakukan hal sekasar itu pada Dante, pada dasarnya Dante bukan orang yang mudah emosi, dia hanya lepas control dan sejujurnya siapapun pasti akan lepas kendali bila jadi dirinya. Gazka mendongak, kulihat matanya memerah menahan kantuk, dia memandangiku dan Dante secara bergantian, tapi tanpa bicara.

Ghie Dante memanggilku.

Aku mau ke kantin, aku perlu sedikit kafein, Ka, bisa tolong jagain Gavner bentar. Aku mencoba mengabaikan Dante.

Please Ghie, gue mau ngomong. Aku takkan setega ini membuatnya harus berusaha keras hanya untuk untuk menjelaskan apa yang memberatkannya, aku yakin dia hanya punya alasan untuk melakukan hal seburuk itu pada Gavner.

Oke. Dan kami beriringan ke cafeteria rumah sakit yang mulai sepi, ini jam empat pagi, dimana-mana aku hanya melihat, wajah-wajah lelah mengantuk, dan bosan.

***

Dante membawakan dua cup hot cappucino dan donat coklat, aku menyesap cappucinoku dan menatap Dante, sejujurnya aku merindukan bisa bicara berdua lagi dengan Dante, tapi entah mengapa, ada perasaan bersalah ketika sekarang, aku hanya berdua saja dengan Dante tanpa sepengetahuan Gavner.

Gavner oke Gue merasa bersalah, gue minta maaf

Gavner Aku ingin menangis, aku ingin menceritakan semua pada Dante, tapi aku yakin Gavner tak menginginkan ini, Gavner tak ingin orang lain merasa iba padanya. Gavner cuma sakit biasa, dia memang agak lemah, kondisinya memang sedang nggak fit, nggak usah khawatir, makasih sudah mengkhawatirkannya, Dante kamu boleh pulang sekarang. Dante menyentuh punggung tanganku, cepat-cepat kutepis.

Aku kangen kamu Ghie

Aku juga tapi tak kuucaapkan itu hanya bisikkan hatiku.Aku tau

Eve bilang, kamu sayangnya sama aku kan bukan Gavner! Dia mencoba meyakinkan

diri.

Bukan saat yang tepat untuk bahas masalah perasaan sekarang

Ghieplease

Dante, seberapapun sayangnya aku ke kamu, sebaiknya, sekarang kita lupain kita anggap ini masa lalu, aku cuma nggak mau menyakiti siapapun. Aku meyesap cappucino-ku lagi, hanya untuk melakukan sesuatu dan tak hanya fokus memandang wajah Dante yang terlihat suram sekarang.

Minimal, kamu jujur dengan hatimu

Aku tau yang terbaik, aku mau menjalani ini dengan Gavner, terima kasih buat semuanya, terima kasih karena telah menyayangiku. Aku mengusap punggung tangannya, dan berlalu, aku tak lebih lama bersamanya. Begitu berat rasanya, tapi harus kulakukan, dan Dantepun tak coba menghentikan langkahku.

***

Ketika aku hendak masuk lagi ke kamar perawatan Gavner, aku berhenti sejenak, tanganku langsung membeku di pegangan pintu. Gavner dan Gazka terlibat pembicaraan serius, bukan maksudku untuk menguping, aku hanya ingin tau.

Ner, loe masih punya harapan hidup dua atau lima tahun ke depan, bahkan Steven Hawking bisa hidup 47 tahun, kamu bisa mendapatkan perawatan terbaik, Bokap elo bisa memberikan segala fasilitas kesehatan terbaik.

Elo bicara seolah-olah beliau bukan Papa elo juga

Bukan, karena kami tidak terikat secara emosional. Hey belum lupa kan Gue yang membunuh istrinya karena melahirkan gue, menemuinya hanya sekali dalam beberapa tahun, itupun lebih banyak dia ngabaiin gue dan nggak pernah sekalipun menatap wajah gue. Tragis, kasihan ya gue Gazka menertawakan dirinya.

Dia juga sayang sama elo, elo cuma nggak tau

Nggak, kayak dia nyayangin elo!

Please Ka, jangan sampai Papa tau tentang ini, gue mau elo janji satu hal, gue nggak ingin hidup lebih lama, gue hanya minta waktu beberapa bulan, hanya beberapa bulan, sebelum penyakit ini terlalu dalam menyiksa hidup gue, gue nggak ingin terlalu banyak merepotkan orang lain.

Apa sih yang elo omongin kita sudah deal tak ingin membicarakan hal ini lagi, oke

Ingat, gue nggak bakal ngelakuin ini buat elo, nggak bakalan Gavner!

Walaupun ini permintaan terakhir gue

Jangan paksa gue.

Baiklah, gue akan melakukannya sendiri, itu bukan hal yang sulit selagi gue mampu melakukannya sendiri.

Jangan konyol Gavner! Hey

Elo nggak mau melakukan itu untuk gue, gue cuma minta elo untuk seenggaknya meringankan penderitaan gue, cuma itu, ini permintaan seorang saudara, elo nggak tau rasanya ketika saat ulang tahun ketujuh belas, alih-alih elo mendapatkan kado elo malah udah tau bagaimana cara elo bakal mati! Berat rasanya Ka, cuma elo sodara gue, dan gue merasa bersalah untuk semua kasih sayang Papa yang nggak bisa elo rasain, seharusnya itu juga buat elo, setelah gue nggak ada maka semua kasih sayang Papa buat elo, anggap aja dengan membiarkan gue pergi secepatnya elo dan Papa bisa lebih dekat secepatnya, elo cuma perlu nyuapin gue dengan ini, cuma beberapa sendok, nggak sulit Ka. Aku tak tau apa yang Gavner maksud, ingin kukeluar dari balik pintu dan mengambil benda apakah yang dia inginkan untuk mengahabisi nyawanya, tapi aku hanya berdiri membeku sambil terisak disini, aku benar-benar pengecut.

Gue nggak bisa Ner

Please

Itu sama aja kayak gue bunuh elo.

Cepat atau lambat gue juga bakal mati, ini cara terindah untuk gue bisa pergi dengan bahagia.

Lama berselang tanpa suara, sampai aku kembali mendengar suara Gavner.

Terima kasih Gazka, mari kita nikmati waktu selagi kita bersama, sebelum gue minta elo untuk melakukannya.