Aku Cukup Menulis Puisi, Masihkah Kau Bersedih - 27
aku minum cuka basi itu gula merah yang dibuat dari soda tak akan bertahan lebih satu hari ikan-ikan yang sudah diadoni sagu diam-diam meninggalkan telur-telurnya

yang kemudian menetas di dalam perutku

ada ikan-ikan kecil di perutku

suara mereka memanggil-manggil mama

tak ada gunanya berteriak sekali pun yang telah piatu semenjak kali pertama dilahirkan

percuma mengenal kasih sayang

bagaimana dapat kukatakan ini kemudian ketika mereka telah dewasa

dan seisi lambungku yang tak lebih besar dari akuarium

memaksa diri untuk semakin kembung

kau akan jadi balon gas! seloroh seseorang

dan anak-anak akan berebutan, memegangi kedua kakiku yang semakin lidi semakin benang, memanjang, ah

aku telah terbang tinggi

tetapi aku takut ketinggian dan ingin memuntahkan segala hidup

yang termaktub di perutku sendiri

cuka basi itu, ikan-ikan itu,

dan seorang lelaki, memang

tidak mungkin menjadi ibu