Menabrak rindu gunung batumu.
Tak ada mantra mampu diramu
Patah sayapku makin menjadi.
Matamu, Sayang, sehelai benang
Kauarahkan aku semisal lelayang
Meski limbung dihantam angin
Tatapanmu muara segala ingin.
Senyummu, Sayang, risau lautan
Perahuku oleng dalam gelayut
Lesap lelap sekejap didekap gelap.
Tak sudi kaubiarkan ratapku kalap
Segala luka kuikhlaskan hanyut
Cintamu, Sayang, nyaman balutan.
(Naimata, September 2009)