MEMORIA - 27
Pesawatku, Sayang, hilang kemudi

Menabrak rindu gunung batumu.

Tak ada mantra mampu diramu

Patah sayapku makin menjadi.

Matamu, Sayang, sehelai benang

Kauarahkan aku semisal lelayang

Meski limbung dihantam angin

Tatapanmu muara segala ingin.

Senyummu, Sayang, risau lautan

Perahuku oleng dalam gelayut

Lesap lelap sekejap didekap gelap.

Tak sudi kaubiarkan ratapku kalap

Segala luka kuikhlaskan hanyut

Cintamu, Sayang, nyaman balutan.

(Naimata, September 2009)