Rabhanaa afrigh alaynaa sabran wa tsabbit aqdaamanaa wansurna alal qawmil kaafirin. Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa bada idz hadaytana wa hablanaa min ladunka rahmatan innaka antal wahhaab. Allaahumma tsabbitnii wahdinii an adhilla. Allahumma kamaa hulta baynii wa bayna qalbii, fahul baynii wa baynasy syaythaani wa amalihi. Allaahumma innii as-aluka nafsan muthma innatan tuminu biliqaaika wa tardhaa biqadhaaika wa taqnau biathaaika
Artinya : Ya Tuhan kami, curahkanlah kesabaran atas kami dan teguhkanlah pendirian kami serta tolonglah kami terhadap golongan yang kafir. Ya Tuhan kami, janganlah kau palingkan hati kami setelah Engkau tunjukkan dan berilah kami dari hadhirat-Mu rahmat karenaMu Engkau adalah Yang Maha Pemberi.
Ya Allah tetapkanlah aku dari kemungkinan terpelesetnya iman, dan berilah aku petunjuk. Ya Allah sebagaimana Engkau telah memberi penghalang antara aku dan hatiku, maka berilah penghalang antaraku dan antara syaitan serta perbuatannya.
Ya Allah aku mohon ke pada Mu jiwa yang tenang tenteram, yang percaya pada pertemuan denganMu dan ridha atas keputusanMu serta merasa cukup puas dengan pemberianMu.
Bahaya takabbur
Abdullah bin Masud menyatakan bahawa nabi s.a.w bersabda tidaklah masuk syurga orang yang dalam hatinya ada sifat takabbur sebesar zarah. Saorang laki-laki bertanya kepada nabi bagaimana dengan seorang yang suka berpakai yang cantik dan mahal. Baginda menjawab, sesungguhnya Allah itu maha indah dan mencintai keindahan. Takabbur adalah menyelahgunakan kebenaran dan meremehkan orang lain.. Riwayat Muslim (kitabul iman)