Malam minggu ini, kami habiskan di Rumah Sakit, Gavner baru boleh pulang besok, dia terlihat sehat dan tak ada tanda-tanda menyimpan derita kesakitan, dia percaya bahwa obat terbaik untuk suatu penyakit adalah dengan berpura-pura untuk tidak merasakan sakit, tapi dia tak pernah berpikir positif dan optimis untuk sebuah kesembuhan. Dia bilang dia hanya akan bertambah sakit bila harus minum obat-obat tak berguna itu dan mengikuti terapi-terapi payah yang dipikirnya hanya akan mengurangi waktunya sebelum dia benar-benar pergi.
Ketika kematianmu sudah ditentukan, tak ada gunanya untuk berusaha lari darinya, terimalah dan nikmati waktu selagi masih bisa Gavner tersenyum padaku sambil menggengam tanganku, ini jam 2 pagi dan yang kami lakukan adalah duduk di atap rumah sakit sambil memandang bintang-bintang. Ghie sejak kecil aku suka menatap langit di tengah malam buta, masih ingat ketika aku menculikmu dan membawamu ke rumah pohonku
Aku mengangguk dan tersenyum, dia mengusap pipiku lembut.
Sejak kecil, aku melakukannya, keluar di malam buta untuk menikmati keindahan langit, hanya dengan menatap bintang-bintang dan berada di diketinggian yang mendekati langit membuat bocah kecil ini dulu percaya, bahwa Tuhan akan mendengar doanya, aku menunggu lama untuk doa itu, ingin tau apa doaku
Katakan
Aku selalu berdoa agar aku bisa berada di sisi mamaku, di sana disamping Tuhan, orang-orang selalu bilang bahwa kematian yang terlalu cepat adalah suatu pertanda bahwa Tuhan menyayangi orang tersebut itulah sebabnya aku ingin pergi begitu cepat, aku tak pernah mengenal mama, hanya mengetahui siapa dia melalui foto, potongan-potongan cerita yang dituturkan berbeda oleh orang-orang yang mengenalnya, dan juga kenangan yang kuciptakan sendiri dengan imajinasi anak kecilku, namanya Cecily, berdarah Prancis, bertemu papa di Universitas saat belajar Sosiologi di Cornell, Amerika, saling jatuh cinta dan walaupun ditentang tapi akhirnya mereka menikah. Setahun setelah kelahiranku, mama melahirkan Gazka, dan tragis saat Gazka datang mama pergi, papaku mengalami penderitaan terdalam, Gazka dibawa keluar dari Bala, diasuh oleh abdi keluarga kami, dia mengalami hidup yang keras, pindah dari satu tempat ke tempat lainnya, aku bersedih untuknya, aku bersedih untuk kesedihan papa karena begitu kehilangan hingga tak menyadari kehadiran putranya. Ketika aku pergi nanti, aku ingin agar Gazka kembali pulang, aku ingin papa tau bahwa selain aku dia memiliki putra yang lainnya.,
Aku ikut bersedih untuk Gazka
Ghie, terima kasih
Untuk apa
Karena telah mengerti karena telah menjadi pendengar yang baik.
Sekarang itu tugasku, mendengarkan semua yang ingin di katakannya, kukecup pipinya, dan kuajak dia kembali ke kamar, sebelum perawat mencarinya.
***
Kami pulang ke rumah siangnya, Gavner memaksa dan dan berkata bahwa justru rumah sakit menyiksanya dan membuatnya terpenjara. Nanny dan Eve yang siang itu ada di rumah terperangan melihat sikapku yang berubah terhadap Gavner, itu membuat Eve keberatan
Ghie, gimana bisa dia berkacak pinggang Gavner itu kasar!
Nggak dia berbeda, kekasarannya hanya cara untuk mendirikan proteksi dirinya
Elo nggak bisa jatuh cinta padanya, elo nggak boleh! Kasihan Dante!
Gue tau, nggak bisa buat gue ngelupain Dante, tapi gue terikat dengan Gavner, gue mesti ngerelain hati gue, dan Dante juga harus terima kenyataan bahwa gue nggak bisa lagi sama dia, kita udah pisah baik-baik, dan sekarang gue ingin belajar untuk jatuh cinta pada Gavner.
Gue denger insiden kemaren, Gavner oke
Ya.
Jadi sekarang elo yakin untuk menjalani ini dengan Gavner
Iya Eve, gue ingin Gavner bahagia
Dengan ngorbanin kebahagian elo
Dalam hidup ini, kadang kita mengorbankan banyak hal agar hidup bisa berjalan dengan baik.
Oke Ghie hentiin kuliah filsafatmu, mau nongkrong malam ini di tempat biasa
Malam ini gue mau nyiapin kejutan buat Gavner
Kejutan
Bantu gue buat nyiapin romantic candelight dinner, ya Dan sebagai teman yang baik Eve tak bisa menolak.