Aku Cukup Menulis Puisi, Masihkah Kau Bersedih - 28
sebab jaksa agung yang baru melarang kamu

memiliki berat badan lebih sembilan puluh kilogram menteri keuangan yang baru

melarang kami menulis puisi

setiap pagi kami harus berdiri sama menghormati bendera selama dua jam bendera berkibar-kibar ingin melarikan diri

dari simpul mati yang dikaitkan tali

kami paham betul, yang dirindukan bendera itu makna dan kebebasan lebih indah dari cinta puisi lebih indah bagi kami

memikirkan target penerimaan pajak yang tak tercapai, memikirkan keberatan pajak yang dikabulkan, seorang direktur jenderal dari sebuah direktrorat jenderal

kerap bermimpi menjadi tuhan yang mengabulkan doa-doa yang tertinggal di amplop, di rekening, di tanah-tanah yang nilainya

terus bertambah seperti berat badan kamu setelah tunjangan-tunjangan dinaikkan dan para panitera yang tak terima direndahkan lebih dari buruh tak lulus sekolah ditertawakan langit, kami belum pernah ikut opera van java ucapan cak lontong di ILK dan survei bodohnya seratus orang dari seratus pegawai keuangan suka menulis puisi

sepuluh dari seratus pegawai keuangan yang suka menulis puisi gila

satu dari sepuluh pegawai keuangan yang suka menulis puisi yang gila

adalah seorang direktur jenderal