YANG TERUCAP YANG TERTULIS - 28
Tahukah teman-teman, siapakah orang yang pintar itu Tentu saja, yang saya maksud di sini bukanlah orang yang mempunyai IQ tinggi atau ketika lulus kuliah memiliki IPK tinggi. Bagi saya, orang pintar adalah orang yang bisa memanfaatkan umur yang sebentar ini untuk sebanyak-banyaknya mengumpulkan bekal kembali ke Empunya Kehidupan.

Kalau mau dihitung, berapa lama lagi kita masih bisa menjalani hidup di atas bumi ini Tidak satu pun dari kita yang bisa menjawabnya. Karena, kematian memang rahasia-Nya. Allah sengaja merahasiakannya dengan tujuan agar hamba-Nya senantiasa berbuat baik dan memanfaatkan umur dengan sebaik-baiknya.

Walaupun secara hitung-hitungan angka umur umat Nabi Muhammad SAW lebih singkat dari umat-umat terdahulu, semisal Nabi Nuh yang usianya hampir 1000 tahun, namun Allah telah menganugerahkan keistimewaan.

Contohnya, Allah melipatgandakan pahala untuk ibadah di Bulan Ramadhan, berikut Lailatul Qadar yang apabila seseorang beribadah di dalamnya senilai dengan ibadah selama 1000 bulan. Masih banyak lagi yang lain. Di antaranya, Allah memberikan pahala yang terus-men erus mengalir walaupun orang tersebut telah tiada. Inilah yang din amakan amal jariyah.

Amal jariyah banyak ragamnya. Kita bisa memilihnya, mana yang berada dalam keterjangkauan kita. Ada yang harus mengeluarkan banyak materi, namun ada juga yang tanpa materi. Termasuk yang mengeluarkan materi adalah bersedekah, mewakafkan tanah, membangun masjid, pesantren, dan lain sebagainya. Intinya, dipakai untuk kepentingan orang banyak. Termasuk membuat sumur atau sungai yang airnya dimanfaatkan untuk umum.

81

Sementara amal jariyah yang tidak membutuhkan banyak materi adalah menyebarluaskan ilmu yang bermanfaat. Jika seseorang melakukan kebaikan dengan ilmu yang kita tularkan kepadanya atau meniru apa yang telah kita contohkan kepadanya maka pahala yang tiada putusnya akan mengalir kepada kita yang mengajari, mendidik, atau memberikan contohnya.

Berbagi ilmu banyak caranya. Termasuk di dalamnya adalah menulis di blog atau website atau hanya sekadar menulis status di BBM. Mudah, bukan

Kalau pun itu belum juga bisa dilakukan, karena takut salah, bisa ambil jalan lain. Misalnya dengan mewakafkan mushaf Al-Quran atau buku-buku yang bermanfaat. Bisa dipilih mana yang sesuai dengan kemampuan kita.

Saya mengajak semuanya untuk sejenak berpikir, dan setelah itu segera mengambil langkah nyata, walaupun dimulai dari hal kecil. Kalau kita mengandalkan ibadah yang kita lakukan sendiri, tentu kekuatan dan waktu kita sangat terbatas.

Segeralah lakukan sebelum semuanya terlambat. Jangan sampai kelak, kita menyesal, karena belum bisa berbuat sesuatu, tiba-tiba jatah waktu kita di dunia ini sudah habis.

24 Februari 2014