KEPULANGAN KELIMA - 28
#1

Tiba-tiba saja aku datang

Jatuh pada dunia yang berlatar putih

membawa seikat

kenangan bertali rindu juga sembilan

belas baris puisi

Lalu kutemukan wajahku serupa orang-orang malang dari masa lalu

Manusia-manusia yang mati oleh ambisi

Seperti pejalan kaki yang tak menemukan mata air aku

terjebak, pingsan di antara kaktus-kaktus bergetah pahit

membawa luka yang lama dalam perjalanan-perjalanan yang

juga tak kalah lama

Dalam haus ini aku ingin

minum dari bibirmu

bibir yang tak henti bernyanyi dan mendendangkan puisi

#2

Tiba-tiba saja aku menemukan

kembali diriku jatuh babak belur di

tebing harapan terjerembab ke

jurang kesedihan

Seperti doa yang selalu menyebut dirinya sendiri

pada suatu tempat dalam labirin hati aku selalu

ingin diam lama berenang di rindang telaga

matamu