yang baru saja disapu setelah hujan
siapapun kita, terlahir untuk menggulung terigu dan menenunnya menjadi bolu atau dadu mereka yang mengenalkan ketakutan itu bercerita, ada lagu yang terdengar terus-terusan; sultan sumbawa telah mati, sultan sumbawa telah wafat
selama satu menit kemudian, kita bimbang memutuskan
terus berjualan, atau menutup toko ikut melayat istana dalam loka yang teramat dekat mengerikan bila segera diruntuhkan masyarakat lalu kita dengar bunyi bel atau lonceng tidak mungkin palestina yang sudah ditaklukkan
karena derap kaki kuda, hanya ada dari bukit semongkat
karena itulah mendadak, sontak aku berteriak
kepadamu
tolong jadi pedang dan perisaiku
kita mungkin akan segera menjadi tamu-tamu terusir
dalam beberapa alasan, aku tak dapat menjelaskan
kenapa aku tetap ingin mendekapmu sebagai apapun kamu
suara-suara pintu yang mulai didobrak, kaca jendela yang mulai dipecahkan, dan api yang mulai
berkobaran
tolonglah, ikut lari bersamaku ini sudah revolusi yang direncanakan bertahun-tahun
tetap tinggal di sini, barangkali kepala kita akan melayang
sedikit nasib baik, kita berakhir dengan tangan terikat
dan melihat para lelaki yang bernafsu menjadi sultan baru
memaksa kita membuatkan roti setiap minggu
dalam beberapa alasan lain, aku ingin memintamu menunggu
seorang penyelamat akan mengambil kunci ini dan kembali, dengan atau tanpa kata-kata yang jujur sekali pun menyambut para tamu yang bebas memilih
manis dan pahitnya takaran cokelat bekas milik kita