Tiada habis keajaiban
Demi keajaiban kubaca.
Dalam dirimu kulalui
Banyak cuaca dan
Ganti musim.
Cintamu adalah panas
Sekaligus dingin. Hujan
Serta kemarau.
Kerling matamu
Ingin kutulis dengan
Tinta paling abadi
Agar lekat selamanya
Dalam lembarku.
Biar fana segala gurat takdir
Keajaibanmu halau segenap getir.
(Naimata, Oktober 2009)