MEMORIA - 29
Membuka dirimu

Tiada habis keajaiban

Demi keajaiban kubaca.

Dalam dirimu kulalui

Banyak cuaca dan

Ganti musim.

Cintamu adalah panas

Sekaligus dingin. Hujan

Serta kemarau.

Kerling matamu

Ingin kutulis dengan

Tinta paling abadi

Agar lekat selamanya

Dalam lembarku.

Biar fana segala gurat takdir

Keajaibanmu halau segenap getir.

(Naimata, Oktober 2009)