KEPULANGAN KELIMA - 29
aku bertanya, kenapa kau berteriak

tapi kau tak menjawab, kau berlari, menangis dan tak berhenti menjerit

katamu kau melihat bayangan serigala di angkasa

pada senja yang merah saga

kapal-kapal terbakar

tenggelam bersama kematian awak dan hantu penjaganya

Edvard Munch, Edvard Munch,

jangan menangis, meskipun hujan menderas dalam kepalamu

jangan takut, meski ada dua hantu menguntit ingin membunuhmu

di jembatan yang tua dan renta, aku masih menyalakan sebatang rokok

sisanya kau isap sendiri sambil gemetar tersedu