bagi laki-laki yang biasa-biasa saja
seperti aku
hidup selalu banyak kemungkinan dalam pilihan
menapak di jalan yang berbeda
lalu bertemu di terminal yang sama.
kau-ku sama-sama tak berdaya dan tak percaya
bahwa takdir punya rencana lain untuk kita.
kita dipertemukan oleh ketidakmungkinan
sebab kewajaran hanya ada dalam pikiran.
hidup dan kematian sama-sama gaibnya
tapi Tuhan memberkati kita
untuk meminjamkan tangannya.
merumuskan dan menentukan jalan
di buku kita masing-masing.