Hidupku seperti putaran kesedihan.Aku tau ini berlebihan, tapi apa gunanya kamu bisa mendapatkan segala hal dengan mudah tapi apa yang kamu dapatkan itu tak bisa menjadikanmu bahagia, apa aku terdengar seperti makhluk hina yang tak tak tau berterima kasih
halobumi memanggil Brighietha Rara NanthanaEve menyadarkanku dari lamunan.
Lebih asyik berada di dalam dunia pribadi GhieEjek Niken diiringi derai tawanya yang renyah.
Bagaimana caranya loe bisa tertawa segampang itutanyaku datar tanpa memandangnya, aku malah menatap ujung sepatuku.
Jawabannya sama kayak bagaimana bisa lo memasang tampang serius permanen di wajah lo
***
Sang Putri sudah pulang dengan membawa banyak tas belanjaan, sayang, kamu bahkan belum membuka tas-tas belanjaanmu yang kemarin Nanny-ku serepot biasanya, mempermasalahkan banyak hal. Mungkin karena dia di bayar untuk itu. Aku tak menjawabnya lebih mudah untukku langsung menuju kamarku dan mengasihani diri sendiri.
Waktu kecil dulu, aku selalu bertanya, bagaimana seorang anak masuk ke dalam
sebuah keluarga, apa diantar oleh burung bango Atau diletakkan begitu saja di depan pintu itu ketika aku belum belajar Biologi, Aku ingin bertanya tentang keluargaku, silsilahnya dan darimana kami berasal, tapi pada siapaaku tau aku punya seorang mama, tapi dia nggak lebih dari wanita yang tinggal di kamar sebelah, kita tidak seperti sebuah keluarga walaupun aku tak tau bagaimana rasanya punya keluarga, aku tak mengerti tentang banyak hal yang terjadi dalam hidupku semuanya begitu aneh dan tak masuk akal.
Setiap pulang ke rumah aku selalu merasa begitu kesepian dan satu-satunya
tempatku berbicara adalah diriku sendiri yang berada di dalam cermin, aku tau ini aneh dan gila, ketika aku butuh teman berbicara maka aku akan berdiri di depan cerminku
Mirror, mirror, on the wall,
Who in this land is fairest of all
Bukan itu pertanyaannya!
Mirror, mirror, on the wall, Hey, who am i
, Di cermin aku memandang mata besarku, mata bulat berwarna coklat gelap dengan bulu mata panjang, beberapa orang menganggap mataku menakutkan, mataku seolah-olah melotot, memandang penuh kecurigaan dan tanpa rasa percaya, tapi ini tak seberapa bila di bandingkan dengan mata Medusa atau Basiliks, mataku takkan merubah siapapun menjadi batu walau kadang aku berharap begitu. hidungku seperti dipahat, bibirku tipis dan berwarna merah dengan nuansa orange alami, kulitku kuning langsat bercahaya, Wajahku sangat cantik tapi muram aku tau ini pasti karena aku tak pernah bahagia, kadang aku merasa ada kesombongan dan tinggi hati yang tergambar jelas di wajahku mungkin karena tatapan mata dan daguku yang sering terangkat, tapi Nanny-ku mengatakan itu sebagai ekspresi aristokrat, entahlah!
Hai Ghie, loe tau hari ini gue bte banget, bandot tua itu keluar dari kamar nyokap, gue anaknya Ghie, dan nggak pernah sekalipun bisa nembus pintu itu, kadang gue berharap Ghie ada bintang jatuh dan gue boleh minta apapun, loe tau Ghie apa yang bakal gue mintanyokap gue keluar dari kamar sialannya, datang, meluk gue, kita bicara kayak ibu dan anak, bukan kayak sekarang gue cuma bisa liat dia dari teras kamarnya memandang kosong, dia nggak pernah ngeliat guehmmmmmm yah.loe tau apa yang dibilangin Niken pas gue tanya bagaimana dia bisa tertawa dengan gampang, dia malah jawab, jawabannya sama kayak bagaimana tampang serius bisa nempel permanen di muka gue, dan gue tau jawabannya sekarang, gue tau kenapa gue nggak bisa tertawa dengan mudah semudah orang lain, karena nyokap gue nggak pernah tertawa, dia selalu memasang ekspresi datar di wajahnya tanpa bicara seolah dia tuna wicara, gue tau dia bisa ngomong, aku pernah dengar suaranya bicara dengan si nanny, suaranya seperti bisikan, agak ngeri dengernya, sebenarnya apa sih masalah nyokap gue Dia cuma nggak suka punya anak kayak gue Atau apahal ini bikin gue frustasi, ini bukan sebuah keluarga, bagaimanapun miripnya gue ma nyokap itu nggak bikin gue otomatis punya ikatan emosi, tapi kadang gue ngerasa sayang, tapi kadang gue berharap gue nggak usah punya ibu aja, gue punya ibu, harusnya gue punya ayah juga kanapa si bandot tua itu ayah guegue rasa nggak!tapi siapa sebenarnya ayah gue Gue punya ibu yang ada terihat mata, tapi gue nggak cukup mengenalnya, apalagi ayah, yang nggak pernah gue liat, gue mesti bertanya ke siapa
Ghie
Pikiran sinting menyerbu otakku dengan cepat kusambar netbook-ku di tempat tidur, langsung aku searching ke Google, mengetik siapa ayah brighieta rara nanthana dan sedetik kemudian jawabannya keluar, mengecewakan!
Penelusuran Anda - siapa ayah brighieta rara nanthana - tidak cocok dengan dokumen apa pun.
Saran:
Pastikan semua kata dieja dengan benar.
Coba kata kunci yang lain.
Coba kata kunci yang lebih umum.
Coba kurangi kata kunci.
Bego, jawabannya takkan pernah ada! Yang tau jawabannya bahkan takkan pernah mengatakannya!Aku menangis putus asa di lantai.