Dalil dari Al-Quran :
Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.
Diriwayatkan dari Abul Hujjaj bin Jubair Al-Makky , menafsirkan (dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain), beliau berkata yang dimaksud dengan (jalan-jalan yang lain) adalah bidah dan syubuhat.
Dalil dari hadits Rasulullah
1-
Dari Ummul Muminin 'Aisyah Radhiallahu anha bersabda Rasulullah Barangsiapa yang mengada-adakan di dalam urusan (agama) ini suatu perkara yang tidak ada perintahnya maka ia tertolak. (Muttafaq alaihi), dalam riwayat Muslim, bersabda Nabi
: Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang tiada perintahnya dariku dari perkara ini (agama) maka ia tertolak. (HR Muslim)
2-
Bersabda Rasulullah : "Adapun setelah itu, sesungguhnya sebenar-benar kalam adalah Kalam Allah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad . Sedangkan seburukburuk suatu perkara adalah perkara yang mengada-ada (muhdats) dan tiap-tiap muhdats itu Bidah dan tiap kebidahan itu neraka tempatnya." (Muttafaq alaihi)
3-
Dari Irbadh bin Sariyah, bersabda Rasulullah : Barangsiapa yang hidup sepeninggalku nanti, akan melihat perselisihan yang banyak, maka peganglah sunnahku dan sunnah Khalifah yang lurus dan mendapatkan petunjuk, genggamlah dengan kuat dan gigitlah dengan gerahammu, jauhilah olehmu perkara yang muhdats (mengada-ada), karena tiap muhdats itu bidah dan tiap bidah itu sesat. (HR Muslim)
Dari hadits di atas, dinyatakan bahwa (Tiap bidah itu sesat), yakni hal ini menunjukkan secara terang dan nyata bahwa tidak ada bidah hasanah, karena Rasulullah telah menjelaskan secara gamblang bahwa (Tiap bidah itu sesat). Para ulama sepakat bahwa kata (Kullu) yang diikuti oleh ism naaqirah (obyek indefinitif) bukan ism marifat (obyek definitif) tanpa adanya istitsna (pengecualian), maka ia terkena keumuman dari kata (Kullu) tersebut.
Sehingga bermakna, bahwa semua bidah tanpa terkecuali adalah sesat!!! Maka batallah pernyataan sebagian kaum muslimin yang menyatakan bahwa bidah itu ada yang hasanah.
Imam Malik, sebagaimana dinukil oleh Imam Syathibi dalam Itisham , menyatakan secara tegas bantahan terhadap orang-orang yang menyatakan keberadaan bidah hasanah, beliau rahimahullah berkata :
Barangsiapa yang mengada-adakan bidah di dalam Islam dan menganggapnya sebagai suatu hal yang hasanah, sungguh ia telah menuduh Rasulullah mengkhianati risalahnya, karena Allah telah berfirman : Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka apa-apa yang bukan bagian agama pada hari itu (ayat ini diturunkan) maka bukanlah pula termasuk agama pada hari ini.