Juga haruslah difahami bahwa dakwah salafiyah ini berdasarkan hujjah. Oleh karena itu, jika ada seorang penuntut ilmu yang tidak sepakat dengan pendapat ulama tertentu karena melihat bahwa dalil ulama ini tidak begitu kuat ataupun tidak meyakinkan dirinya, maka ini adalah suatu hal yang diperbolehkan untuk melakukan tarjih, mendengarkan ulama ini dan mendengarkan pula ulama lain, sembari mengatakan, Yang ini punya dalil (yang kuat) dan aku mengambilnya. Bukannya malah bertaklid buta pada seorang individu dan menyetujui seorang individu pada setiap pernyataan yang dikatakannya tentang setiap orang atau setiap kelompok di muka bumi... ini yang harus kita fahami!!! Perkara lain yang juga harus dihindari (ditinggalkan) adalah mendengarkan setiap orang yang berdakwah (untuk mencari-cari kesalahan atau ketergelinciran, pent)...
Imam, mujtahid dan muhadditsin, imam Jarh wa Tadil zaman ini, Syaikh Nashirudin al-Albani rahimahullahu, jika seseorang ada yang bertanya kepada beliau tentang orang lain, beliau senantiasa menjawab, Aku tidak dapat menjawabmu. Jika aku mengenalmu maka aku akan menjawabmu, jika aku mengenalmu aku akan menjawabmu.