MASA LALU TERJATUH KE DALAM SENYUMANMU - 3
dari jendela kaca

kulihat hujan memeluk kampungku.

anak-anak berlarian mendekap hujan.

dari sudut gang, diseka air di mukanya;

pandangannya kuyup, bibirnya kuyup, hatiku kuyup,

melihat hari depan tumpah dari mataku.

jaman bergolak ke desa-desa

bermukim di setiap lipstik remaja.

hatinya tergenang, matanya kabut,

selokan-selokan ngalirkan orok bayi;

seorang gadis mabuk birahi,

penampungan-penampungan doa,

seorang ibu seakan putus lengan meraih anaknya.

bau oplosan di ladang pengangguran

menotok dada dan telinga para pertapa.

dari rumah kudengar ricak

matahari hanyut dalam riak

oktober gugur dari mata para kekasih

yang tersesat di lambung malam.

hujan nepi pada sunyi

karat mimpi;

gadis-gadis bisu dikurung kelambu kebebasan

o, apakah kebebasan

Ini ibu Budi. Siapa bapak Budi

lalu mereka menghujani kemaluannya dengan airmata.