Di dadaku ada lubangnya, mulanya kukira
sebutir peluru, tapi bekas bibir perempuan
aku tak tahu kapan aku jatuh cinta,
kepada siapa aku mencintai
Kutatapi tegak tiang lampu taman, agak
condong ke kanan. Betapa tak rela
cahaya bulan mampu memantul di kolam
ikan-ikan berpacaran dan saling memagut
Tuhan, kenapa ada rasa bahagia