Aku Cukup Menulis Puisi, Masihkah Kau Bersedih - 30
Tinggalkanlah aku sendiri, bayang-bayang telah mencari kekasihnya

Di dadaku ada lubangnya, mulanya kukira

sebutir peluru, tapi bekas bibir perempuan

aku tak tahu kapan aku jatuh cinta,

kepada siapa aku mencintai

Kutatapi tegak tiang lampu taman, agak

condong ke kanan. Betapa tak rela

cahaya bulan mampu memantul di kolam

ikan-ikan berpacaran dan saling memagut

Tuhan, kenapa ada rasa bahagia