Yang anggun menggulung sisa pelayaranku.
Umpamakanlah doaku berkisar pada arah
Ke mana kompas gelisah menuntun pencarianku.
Matamu bintang para kelasi setelah mereguk
Sisa kesunyian di antara puing-puing badaimu.
Hikayatku baru saja digariskan; sebuah perahu
Diombang-ambingkan gelombang lautmu.
(Naimata, Oktober 2009)