MEMORIA - 31
Sehelai rambutmu sekejap menjelma badai

Yang anggun menggulung sisa pelayaranku.

Umpamakanlah doaku berkisar pada arah

Ke mana kompas gelisah menuntun pencarianku.

Matamu bintang para kelasi setelah mereguk

Sisa kesunyian di antara puing-puing badaimu.

Hikayatku baru saja digariskan; sebuah perahu

Diombang-ambingkan gelombang lautmu.

(Naimata, Oktober 2009)