BLACK WIDOW - 31
"IMRAN! Ayu seperti tidak mempercayai ma tanya. Rindu mula terubat dan dia amat kenal dengan bau itu. Sekian lama dirinya merindui bau yang terbit daripada tubuh Imran.

You terkejut

Ayu angguk. Tak sangka you sudi datang.

Apa maksud Ayu

Janji nak contact... dari Londonlah... tapi tak satu pun berita I dapat! You said you're going to call from the airport... I was waiting but no call!"

Imran menarik nafas. Ya... I know that was my fault, I was too late to call, but I did call you from London the moment I reached there and Hani answered the call. I told her to pass the message to you because you already shifted!"

What" Mata Ayu membulat. Kalau I pindah... macam mana you datang cari I di sini

Well... I telefon untuk cakap dengan Kathy... tapi 214

I dengar suara you... terus I letak telefon dan datang ke sini!

Oh... yang sebentar tadi tu... youlah ye! Ayu mengetap bibir. But... oh... tak sangka Hani sang- gup buat begitu. She never pass that message to me... you know Hani, she always useless, she never likes our friendship anyway...!"

Bagaimana dengan surat-surat yang I hantar dari LA

I swear... I never receive any letters from you... nothing at all!"

Banyak kali I call you... tak pernah dapat hingga I diberitahu you dah pindah. You never reply my letters so... I presumed you are not interested anymore... and I gave up!"

I'm sorry!"

And then... I dapat berita daripada Jalil... me nyuruh pulang sebab dia nak langsungkan perkahwinan... and when I reached Subang Airport... I don't believe my eyes. Jalil akan memperisterikan you... perempuan yang paling I rindui.

Imran.... Ayu memejam mata.

Kata-kata Imran sebentar tadi melemaskan Ayu. ,Nyata Imran memang merinduinya. Perkataan itulah yang dinantinya selama ini. Kenapa baru sekarang Imran mengatakan kasihnya.

Ayu menjadi keliru. Cintanya memang untuk Imran tetapi Jalil yang meluahkan dahulu. Wajah Ayu makin kusut. Bagi Imran riak wajah yang Ayu tampilkan itu seolah-olah menyatakan dia berbohong.

Kalau you tak percaya... you cari Hani dan ta nyakan surat yang pernah I kirim dari LA... bacalah!

Hani dah tak ada lagi... dia dah kena buang! 215

Entahlah... kalau you nakkan kepastian, cari dan tanyakan tending surat itu!

Air mata jatuh berderaian. Imran telah pun pergi membawa hatinya yang punah. Ayu dapat melihat duka di wajah lelaki itu. Semua ini gara-gara Hani, ketidakamanahan telah membawa perpisahan.

Ayu segera berlari ke bilik air, membasuh muka dan terus berpakaian. Dia akan bersemuka dengan Hani, mendesak agar surat Imran itu dikembalikan. Dia yakin Hani masih tinggal di rumah sewanya yang dulu.

Teksi berhenti di depan pagar dan tanpa mengambil wang baki, Ayu terus meluru. Pintu diketuk dan Hani muncul. Wajahnya panik namun sempat diukir senyuman.

Hani... I tak boleh lama. I pun tak nak lama-lama... I cuma nak ambil surat Imran!

Mata Hani terbeliak. Dia terus memeluk Ayu. Ayu... I'm sorry... I bersalah dan I sudah pun mene rima hukuman. Inilah balasan Tuhan, Ayu. I'm sorry... you tunggu sekejap!

Hani berlari ke dalam bilik.

Nah... I yang bersalah... I tak sampaikan surat ini. Maafkan I... I tak jujur dan I telah pun baca surat itu. I akui betapa Imran amat mencintai you! Maafkan I, Ayu! Hani terdampar di bahu Ayu, insaf kerana air mata yang hangat telah membuktikan.

Ayu mengeluh. Sudahlah Hani... segala- galanya telah pun terjadi. Syukurlah jika you dah sedar.

Ayu melangkah pergi.216

Imran bin Megat,

347, Plymouth Road,

Los Angeles 2L,

79861, United State of America.

Ayu sayang,

It has been sometime since we last saw each other, and you know how much I've missed you by now. I hope this letter will help to keep us together. I have been trying to call but hopeless it seems. Thank God that I have your address with me and the last thing I want to do on earth is to hurt you.

Please forgive me, if I have done something wrong. I was at your house the other night just before I left for London. It was an emergency, my brother had an accident in London and I had to go and see him immediately.

There was not much time given to me to explain, and then I had to rush to LA for a business problem. I just couldnt help it.

I was about to tell my parents to marry you and bring you along with me. I hope with this letter today, you will give me some answer and you know I'll be waiting here.

Ayu sayang,

Actually I have so much to tell you, but before I go, I just want to tell you that I love you very-very much and nothing can change that.

Please reply this letter if you say yes... I'll come back to marry you. I'll see you soon my love.

Yours forever,

Imran.217

Imran! Kali ini jeritan itu bergema di bilik, dan Ayu menangis teresak-esak.

Hari persandingan semakin menjelang dan se gala-galanya terlalu lambat untuk dibatalkan. Hatinya benar-benar sayu, menggigit setiap salur sarafnya.

Saat ini Ayu terbayang wajah Aton. Sekejapan muncul pula wajah Ahmad - lelaki yang benar-benar ikhlas. Semua mereka ini amat diperlukan.

Wajah arwah datuk dan nenek turut hadir, menambah kepiluan yang sedia ada. Ayu berharap agar kesemua mereka berada di sisinya saat ini memujuk dan membelai hatinya agar tabah menghadapi kenyataan ini.

Oh... mak! Ayu menggigit bibir.

Uncle...

Tetapi tiada siapa datang, tiada siapa yang dapat melihat penderitaan yang sedang ditanggungnya.

Hanya air mata menjadi saksi!218