Aku Cukup Menulis Puisi, Masihkah Kau Bersedih - 33
kita kapan, akan memelihara mutiara-mutiara ini sampai menetas. seekor burung dengan paruh keras memanggil kita mama, tetapi tak ada

yang tahu setiap yang punya sayap dapat

mengepakkannya bukan terbang, berenang menuju tempat kerang-kerang diasingkan pada kedalaman tertentu, yang kita tidak tahu warna senja tak lagi seindah alina

kita kapan, akan berhenti menjajakan keindahan merindukan seorang anak, jenis apa pun