MASA LALU TERJATUH KE DALAM SENYUMANMU - 33
Di rimbun semak hatimu kami sembunyi!

di sinilah kami membangun rumah dari daun

dari harapan-harapan yang tumbuh di hutan

dari kecemasan-kecemasan

dan dari ketakutan-ketakutan.

kami ceritakan

kisah anak-anak yang lahir dari pohon

penjaga malam di lereng bukit hutan

sebelum matahari menghapus ingatan.

kami pasang mata di daun-daun luruh

di tahun-tahun hati kami yang tak lagi utuh.

gemuruh yang terdengar jauh

dan kapal-kapal melempar sauh.

kau dengar, angin menghempas diri pada gelombang

nafas layar kami yang mengembang.

di laut, di laut,

hidup kami diburu maut.

maka, sebelum takut jadi mata intai serdadu

sebelum sempat kematian menyergap kalbu

kami bertolak ke hulu.

woi, inilah kami

dibesarkan meriam dan peluru

antara tebing pohonan dan laut biru.

inilah kami

ditanami cemas dan tangisan

dan tubuh kami lebat oleh penderitaan.

maka kami sembunyi

di balik airmata

dan rasa takut yang membahana.

woi, inilah tanah kami yang dirampas

ketika laut ribut perompak dan kapal akan hempas.

kami tujuh rupa

bertawar nyawa.

beri kami lepas di laut

agar hanyut segala takut

dan cadas jantung yang berdebam

ketika ketakutan beribu datang menikam.

najin akhong kuselom sapa niku

najin akhong kuselom sapa niku

najin akhong kuselom sapa niku

mati niku

mati niku

mati niku penyanik khusuh.

(walaupun hitam kelam kuselami siapa kamu

mati kamu

mati kamu

mati kamu pembuat rusuh).