THE HALF BLOOD PRINCESS - 34
Tidak ada seorangpun yang ingin membicarakan tentang kehilangannya, tapi apa yang hilang dari diriku Seorang kekasih Tidak! Aku tidak kehilangan siapapun, cintanya hanya akan sedikit berbeda sekarang, dan yang pasti cinta pada seorang saudara sedarah akan lebih kekal dan abadi.

Kami sedang berbaring di atas selimut yang tergelar di halaman belakang, Nanny sudah mengomeli kami, embun akan membuat kami bersin-bersin esok pagi katanya dalam omelan yang sejujurnya adalah sebuah nasehat. Tapi siapa yang peduli, Gavner begitu menyukai bintang dan langit malam, menatapnya membuat Gavner tenang, itu yang selalu Gavner katakan memandang bintang seperti memandang ibunya yang tersenyum dari surga.

Feel better

Yups

Hey, beri aku sedikit senyuman, supaya aku tau kamu nggak sedih lagi pinta Gavner, sebenarnya dia hanya ingin meyakinkan dirinya bahwa sekarang aku sudah lebih baik. Kuberi dia senyumku, senyumanterasa lebih mudah untukku membentuk sebuah senyuman sekarang, ada kelegaan dalam hatiku.Itu baru sang putrikatanya lagi sambil menyentuh pipiku dengan lembut.Ghieseandainya bisa selamanya melihatmu tersenyum Kata-kata Gavner membuatku kembali merasa pedih, aku tau maknanya, Hmmmlupakan!dia tersenyum sekarang, dan dalam diam sambil berpegangan tangan kami memandang indahnya langit malam itu. ***

Siang itu, rasanya seperti sebuah makan siang keluarga, di kantin ada aku, Gavner, Dante, Gazka, dan juga Lola, awalnya agak canggung, tapi sudah seharusnya kami mulai membiasakan diri, Dante sudah menceritakan segalanya pada Lola, sekarang aku juga memiliki seorang saudara perempuan, betapa beruntungnya aku, seorang saudara laki-laki juga seorang saudara perempuan, dan tentu saja aku memiliki seorang pangeran, pangeran yang saat ini telah berjanji dengan sungguh-sungguh pada saudaraku bahwa dia akan selamanya menjagaku. Gavner selalu mengenggam tanganku, sekarang bukan lagi sebuah pengekangan tapi berarti sebuah perlindungan, aku tau inilah jalan untuk memberikan seluruh cintaku pada Gavner, cinta yang sehrusnya bukanlah sebuah keterpaksaan apalagi hanya sebatas kasihan.

Gavner, elo mesti perhatiin pola makan ade gue yah, jangan sampe dia muntahin lagi makannya kayak yang dulu-dulu Dante mengingatkan Gavner, sekarang itu adalah wujud perhatian seorang kakak.

Okay, I promise Gavner berjanji padanya, aku melihat kesungguhan dalam tatapan mata hazel indahnya.

Dante, bukannya kita udah sama-sama nguburin Ghie yang dulu, okay sekarang aku adalah Ghie yang baru, Ghie yang sangat beruntung karena memiliki kalian semua Gavner memelukku sekilas, dan Lola yang duduk di sampingku menciup pipiku dengan sayang, betapa indahnya hidup ini.

Kalo gitu kita mesti rayain hal ini teriak Gazka bersemangat, dan dia menjadi yang pertama mengangkat gelas plastiknya yang berisi milkshake ke udara dan diikuti oleh kami semua, dan o-oh terjadi insiden kecil, ketika Gavner mengangkat gelasnya ke udara, gelas plastik itu terlepas begitu saja dari tangannya, dan dia menumpahkan orange juice ke atas meja yang memercik ke segala arah, aku memandang Gavner ada sekilas ketakutan di wajahnya, aku tau penderita ALS sedikit demi sedikit akan kehilangan control motoriknya, Gazka menyadarinya dan dengan cepat dia juga menciprati milkshake-nya ke arahku, Gavner, Dante, Lola, dan terakhir dia menumpahkan seluruh isi gelasnya ke kepalanya.Hey kadang kita perlu membuat sedikit kekacauan kan teriaknya sambil tertawa-tawa. Aku tau Gazka berusaha membuat saudaranya tak merasa putus asa dengan tanda-tanda penyakitnya yang mulai melemahkan raganya dan menggerogotinya secara perlahan, kugenggam tangan Gavner, aku tau yang dirasanya, tapi dia malah tersenyum padaku alih-alih dia menenangkan dirinya sendiri, dia malah mengikuti permainan Gazka, merebut gelas milikku dan mulai menyiramiku, kami berlima saling menyirami minuman dan melempari makanan yang ada di meja kami, aku merasa sedikit bersalah, mengingat ada orang lain yang sangat kelaparan dan tidak mempunyai makanan, sementara kami menjadikan makanan itu sebagai mainan, dalam hati aku mengucapkan maaf yang terdalam, dan sisa siang itu kami menghabiskan waktu di BP karena insiden mengacaukan kantin di jam istirahat, aku bukan lagi Ghie si panutan sekarang, tapi tak apa, biarkan aku menikmati sedikit waktu untuk merasakan indahnya hidup ini, menikmati diri jadi orang yang tak terlalu dibebani kehidupan, bagaimanapun hidup menuliskan kisah untuk kujalani, yang bisa kulakukan hanyalah mencoba melewati dan menikmatinya, itu saja.